Wisata Gerhana Tanpa Sampah Plastik di Maluku Utara

Gerhana Matahari Total di Indonesia

Wisata Gerhana Tanpa Sampah Plastik di Maluku Utara

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Rabu, 24 Feb 2016 11:40 WIB
Wisata Gerhana Tanpa Sampah Plastik di Maluku Utara
Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta - Pemerintah Provinsi Maluku Utara bertekad mengurangi sampah plastik selama menggelar wisata gerhana matahari total 9 Maret 2016. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maluku Utara Anwar Husen mengatakan, tidak akan ada penjualan air mineral dalam kemasan selama berlangsungnya acara.

"Kami akan membagikan botol air minum yang telah diberi cap khusus gerhana kepada wisatawan," ujarnya kepada detikcom. Mereka bisa mengisi ulang air mineral yang kami sediakan gratis."

Upaya mengurangi sampah plastik ini bagian dari gerakan "North Maluku Go Green". Menurut Anwar, gerhana matahari total akan jadi momen peluncuran gerakan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsep wisata gerhana yang ramah lingkungan ini membedakan Maluku Utara dengan daerah-daerah lainnya yang dilintasi gerhana matahari total. "Ini bentuk pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi yang baik terhadap bumi," kata Anwar.

(Baca juga: Maluku Utara Diserbu 2.000 Turis Gerhana Matahari Total)

Beberapa kegiatan terkait gerhana matahari di Maluku Utara memang sengaja dibuat bertema ramah lingkungan. Pameran kerajinan dan suvenir khas Maluku Utara di Ternate, misalnya, hampir semua dekorasi dan bahan stand memakai bambu atau material yang bisa didaur ulang.

Kegiatan wisata penyelaman yang ditawarkan kepada turis yang datang juga dikaitkan dengan kelestarian lingkungan. Misalnya saja acara bertajuk " A Dive for Conservation" di Pantai Akesahu dan Tugulufa, Tidore.

(Baca juga: Wow! Ada Monumen Gerhana Matahari Total Bawah Laut di Tidore)

Pada pertengahan 2015 lalu, Kota Tidore Kepulauan sempat menggelar Festival Hijau untuk mengampanyekan pembangunan ramah lingkungan di pulau tersebut. Masalah lingkungan dan perubahan iklim memang menjadi isu yang dianggap penting oleh pemerintah dan masyarakat provinsi Maluku Utara yang terdiri dari pulau-pulau yang relatif kecil. (okt/okt)


Berita Terkait