"Jadi saya sampaikan di sini untuk klarifikasi, bahwa benar ada 20 siswa Polwan yang magang di Polres Bandara Soekarno-Hatta ada gangguan kesehatan. Untuk penyebabnya keracunan atau apa itu harus diperiksa dulu," jelas Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (19/2/2016).
Musyafak mengatakan, para siswi tersebut mengalami infeksi pada saluran pencernaan. "Memang ada infekai saluran pencernaan kemudian muntah-muntah dan keadaannya sudah normal kembali," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasinya dari makanan, kalau kurang bagus bisa menyebabkan gangguan pencernaan, dibuktikan dengan muntah-muntah. Jauh dari racun sianida," tegas Musyafak.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (18/2) siang. Awalnya, siswa Sepolwan yang berjumlah 66 personel menyantap nasi kotak yang disediakan pihak kantin di Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk makan siang.
Nasi kotak tersebut berisi nasi, ati ampela, sayur nangka dan sambal. Tidak lama setelah menyantap makanan tersebut, tiba-tiba 20 siswa mengalami mual-mual dan muntah-muntah.
Selanjutnya mereka dilarikan ke RS Polri. Sementara kasusnya masih diselidiki Polres Bandara Soekarno-Hatta. Saksi-saksi telah diperiksa termasuk pemilik kantin. (mei/hri)











































