"Ya tamu tidak ada yang datang. otomatis kita harus bayar buat makan mereka sehari-hari, sekarang Pemda mau tangung jawab tidak?" jelas Ridwan yang minta disebut sebagai pencari rezeki di Kalijodo saat ditemui, Rabu (17/2/2016).
Ridwan mengaku biasanya dalam semalam tak kurang keuntungan sampai Rp 2 juta dia dapat. Tapi sejak ramai rencana penertiban, pelanggan sepi.
"Sehari omset aja bisa sejuta sampai dua juta, semenjak ada kabar itu di sini omset turun drastis bahkan sampai nombok karena kita harus kasih makan orang di sini," imbuh dia.
Demikian juga pengakuan Bintang, seorang pria lainnya yang juga ingin disebut sebagai pencari rezeki di Kalijodo, melihat kerugian sudah di depan mata.
"Pemasukan tidak ada, mau makan di Jakarta semua pakai uang," terang dia.
"Ini bisa ciptakan tindak pidana," tutur dia. (edo/dra)











































