Polda Metro Jaya pun langsung turun tangan menyelidiki kasus ini. Olah TKP hingga meminta keterangan dari sejumlah saksi pun dilakukan untuk mengungkap peristiwa nahas yang terjadi pada 11 Februari tersebut.
Saksi pertama yang dimintai keterangan yakni sopir Metro Mini bernama Mohammad Sasih (32). Kepada polisi dia bercerita bahwa saat bus yang dikemudikannya melaju di Jl MH Thamrin, tepatnya sebelum lampu lalu lintas Kebon Sirih. Bus mini tersebut datang dari arah Bundaran HI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sopir Metro Mini saat Dimintai Keterangan |
"Pada saat itu ada 6 orang penumpang di dalam Metro Mini di luar sopir dan kernet," kata Kapolsek Gambir, AKBP Bambang kepada detikcom saat menceritakan pengakuan Sasih, Minggu (14/2).
Begini Cerita Sopir Metro Mini Kepada Polisi Soal Perampokan Karyawan Telkom
Sasih bercerita, satu orang penumpang naik dari Pasar Minggu, satu lagi adalah Bagus naik dari Jl Gatot Subroto, sementara para pelaku yang diduga rampok naik dari Bundaran HI. Sopir mendengar teriakan 'maju, maju, maju' dari para pelaku. Rupanya, saat itu Bagus sudah terjatuh di jalanan dan kepalanya membentur aspal.
"Namun karena sopir melihat dari kaca spion ada yang terjatuh akhirnya mobil berhenti lalu keempat orang tersebut langsung turun dan langsung naik Kopaja 502 arah Monas," sambung Bambang.
Foto Saat Bagus Terjatuh dari Metro Mini 640 (Gunawan/Pembaca detikcom) |
Namun keterangan Sasih di Polsek Gambir seketika berubah saat diperiksa di Polda Metro Jaya. Kepada polisi, dia mengaku mengarang cerita bahwa Bagus jatuh karena dirampok akibat takut diamuk massa.
"Takut pak, takut dimassa (diamuk massa) pak," ujar Sasih saat ditanyai Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti alasan dirinya mengarang cerita, Minggu (14/2) malam.
Sopir Metro Mini dan Kernet (Berdiri Berbaju Hijau dan Jaket Biru Merah) |
Di depan wartawan, Sasih kembali menceritakan awal mula terjadinya peristiwa itu. Dia mengatakan pada saat mobil sedang berjalan pelan di Jl MH Thamrin, Jakpus, tiba-tiba dia sudah melihat Bagus telah tergeletak di trotoar.
"Pada saat itu mobil sedang berjalan pelan. Saat itu pak Bagus sudah jatuh di trotoar. Pada saat itu mungkin ada kejadian perampokan," kata dia pelan.
Sopir Metro Mini 640 Karang Cerita Bagus Dirampok karena Takut Diamuk Massa
Hal serupa juga diamini kernet Metro Mini 640 bernama Muhammad Hendar. Dia mengaku terpaksa mengarang cerita karena ketakutan.
"Ide mengarang cerita dari kami berdua," jawab Hendar saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Minggu (14/2) malam.
Kernet Metro Mini 640 Ikut Karang Cerita Karena Disuruh Sopir
"Pasti ada dalangnya untuk mengarang," tanya Krishna.
"Saya ikut-ikutan doang Pak. Saya di-SMS Pak, sama ini (menunjuk ke arah Sasih). Kalau polisi nanya, bilang aja ada perampokan," jawab Hendar.
Halaman 2 dari 1











































Sopir Metro Mini saat Dimintai Keterangan
Foto Saat Bagus Terjatuh dari Metro Mini 640 (Gunawan/Pembaca detikcom)
Sopir Metro Mini dan Kernet (Berdiri Berbaju Hijau dan Jaket Biru Merah)