Kapolsek Gambir AKBP Bambang Yudhantara Salamun menerangkan, sopir tersebut bernama Muhammad Sasih (32). Dia diamankan pihak Lantas setelah kejadian pada Kamis (11/2) lalu. Kepada polisi, pria asal Pejaten tersebut bercerita tentang peristiwa yang menewaskan Bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi saat menginterogasi Sasih (dok. polsek Gambir) |
Menurut si sopir, kejadian berlangsung sekitar pukul 17.30 WIB. Lokasi jatuhnya Bagus berada di kawasan Thamrin, tepatnya sebelum lampu lalu lintas Kebon Sirih. Bus mini tersebut datang dari arah Bundaran HI.
"Pada saat itu ada 6 orang penumpang di dalam Metro Mini di luar sopir dan kernet," kata AKBP Bambang kepada detikcom, Minggu (14/2/2016).
Satu orang penumpang naik dari Pasar Minggu, satu lagi adalah Bagus naik dari Jl Gatot Subroto, sementara para pelaku yang diduga rampok naik dari Bundaran HI. Sopir mendengar teriakan 'maju, maju, maju' dari para pelaku. Rupanya, saat itu Bagus sudah terjatuh di jalanan dan kepalanya membentur aspal.
"Namun karena sopir melihat dari kaca spion ada yang terjatuh akhirnya mobil berhenti lalu keempat orang tersebut langsung turun dan langsung naik Kopaja 502 arah Monas," sambung Bambang.
Bagus saat dirawat di RSCM (dok. Hani Buntari) |
Setelah kejadian itu, sopir Sasih bersama salah seorang anggota polisi lalu lintas langsung membawa Bagus ke RS Budi Kemuliaan. Di sana karena penuh, akhirnya korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan dinyatakan tewas dua hari kemudian.
Polisi masih menyelidiki kasus ini. Belum ada informasi soal pelaku perampokan dan sindikatnya. (mad/mad)











































Polisi saat menginterogasi Sasih (dok. polsek Gambir)
Bagus saat dirawat di RSCM (dok. Hani Buntari)