DetikNews
Kamis 11 Februari 2016, 22:59 WIB

Pedagang Bakso di Setiabudi Jaksel: Saya Tak Gunakan Daging Tikus

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Pedagang Bakso di Setiabudi Jaksel: Saya Tak Gunakan Daging Tikus Foto: Yudhistira/detikcom
Jakarta - Merebak kabar di media sosial Facebook soal adanya kabar penjual bakso tikus. Lokasi jualannya di Jalan Kawi Raya, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Seorang pengguna Facebook yang mengunggah foto bakso mengatakan agar penikmat bakso berhati-hati bila makan bakso di daerah Kelurahan Guntur, Setiabudi. Menurutnya di dalam bakso ada benda hitam yang diduga mirip cakar tikus.

Detikcom, Kamis (11/2/2016) bertemu dengan pembuat bakso itu, Maryono. Sebelumnya tadi pagi polisi dari Polsek Setiabudi sudah melakukan pemeriksaan di sini. Namun polisi tidak menemukan daging tikus. Pembuatan bakso menurut polisi dilakukan secara wajar dengan menggunakan daging sapi.

Maryono Si Pedangang Bakso


"Saya enggak tahu kok tahu-tahu digrebek. Tahu-tahu polisi datang tadi pagi. Belum ada kabar, eh polisi datang. Waktu tadi saya masih bagi-bagi tugas. Kan saya punya 10 gerobak," ucap Maryono di rumahnya, Jalan Bromo, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Saya pengin tahu, siapa sih yang nyebarin isu itu? Padahal ya saya enggak pakai tikus. Itu ada gambar yang katanya kaki tikus, itu tuh bukan. Itu pecahan dari bibirnya sapi. Mungkin kan kadang kalau kita namanya pakai tangan gak halus ngolahnya. Nah ada sisa begitu," lanjutnya.

Demi meyakinkan bahwa baksonya tidak memakai daging tikus, istri Maryono pun membelah bakso dagangan suaminya. "Lihatkan mas gak merah. Ini tuh bersih, putih. Gak seperti di gambar," kata sang istri.

"Lihat kan mas, enggak merah," kata istri penjual bakso.


Semangkok bakso kemudian dihidangkan untuk dicicipi. Memang setelah dicoba, dan dilihat tekstur dari bakso, setelah dipotong jadi dua, tidak tampak daging warna merah darah di dalam baksonya.

"Kalau saya yang bilang kan enggak enak. Coba mas rasakan sendiri. Saya enggak pakai daging tikus, kok dibilang begitu (pakai daging tikus -red)?" tegas Maryono.

Maryono kemudian bercerita bahwa selama dirinya berjualan bakso sejak tahun '80-an, ini merupakan kejadian pertamanya diadukan ke polisi. Menurutnya, dia selalu menggunakan daging sapi sebagai bahan olahan pembuatan bakso.

"Saya memang bikin bakso urat dan halus. Kan enggak semua bakso itu halus, jadi ada yang urat. Kalau yang di gambar itu merah banget saya enggak tahu. Ya saya kalau merebus bakso ya sama saja. Waktunya sama saja, enggak ada bedanya," tuturnya.

Maryono pun berharap agar mengetahui siapa pembeli dan pelapor yang melaporkannya ke polisi. Dia tidak akan menuntut balik sang pelapor dan penyebar isu bakso tikus.

"Saya bilang ke polisi, saya enggak akan dendam. Saya hanya takut beli bukan punya saya tapi saat pedagang saya pulang ada yang jualan di situ lagi dan beli di situ. Itu yang saya takutkan. Saya cuma mau tahu saja siapa pelapornya. Kan pasti polisi punya alamatnya," ujar Maryono.

Maryono mengatakan dagangan baksonya tersebut bukan dibeli oleh orang-orang biasa saja. Namun orang kantoran pun langganan baksonya.

Karena menjadi langganan orang kantoran, Maryono pun enggan mengurangi takaran atau merubah adonan baksonya. Dia pun berharap kejelasan dari pihak kepolisian tentang siapa pelaku dari penyebar gambar tersebut.

"Saya tuh baksonya langganan orang kantor. Saya di Sunda Kelapa, terus di Wisma Mandiri, Bank BCA, mana-mana saya jualanannya. Wong ada 10 gerobak. Jadi saya perhatikan betul kualitas baksonya. Saya enggak pernah nambah atau ngurang-ngurangi," pungkas Maryono.

"Saya berharap petugas bisa memberi tahukan siapa penyebar foto tersebut. Biar saya tahu apa maksudnya. Ini tadi petugas juga bawa sampel dari rumah, bakso. Itu mau di uji lab katanya. Tapi baru tahu hasilnya seminggu kemudian," tutupnya.

Sementara itu menurut Kanit Reskrim Polsek Setiabudi Kompol Ali Zusron mengatakan menerima laporan tersebut dari Bu Lurah yang juga mendapatkan info broadcast dari media sosial soal bakso itu dan meminta agar pihak kepolisian melakukan pemeriksaan.

Menurut Ali, polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap pedagang bakso tersebut. Pemeriksaan dilakukan bersama dengan jajaran kelurahan dan koramil.

"Sudah digeledah dan dilakukan pemeriksaan tadi pagi," ucap Ali kepada detikcom, Rabu (11/2/2016).

Ali mengatakan hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya daging tikus di tempat pembuatan bakso. Tim melakukan penggeledahan di dalam rumah, memeriksa bakso yang baru dibuat dan bakso yang berada di freezer (lemari pendingin).

"Digeledah seluruh rumah, tidak ditemukan daging tikus. Produksi bakso wajar-wajar saja," kata Ali.


(yds/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed