Kabut Asap di Sumut Sebagian Kiriman Malaysia
Rabu, 09 Mar 2005 13:56 WIB
Medan - Kabut asap yang melanda Sumater Utara (Sumut) beberapa hari terakhir ini diperkirakan baru akan hilang pada April atau Mei mendatang. Sebagian kabut asap dikirim Malaysia. Kepala Analis Prakiraan Cuaca BMG Medan, Firman Amg, menyatakan, berdasarkan pantauan satelit NOAA (National Oceanic & Atmospheric Administration) milik Amerika Serikat, hingga Rabu (9/3/2005), terlihat terdapat 185 titik api atau hot spot di Riau dan Sumatera Utara."Itu belum termasuk puluhan titik api yang berasal dari Semenanjung Malaysia. Dilihat dari arah angin, kabut asap yang di Sumatera Utara juga berasal dari Malaysia," kata Firman. Arah angin yang berasal dari timur laut melewati tenggara menuju barat mengakibatkan kabut asap menjadi makin pekat. Diperkirakan, asap datang dari Malaysia, lantas berputar di atas Sumatera Barat dan menyebar ke kawasan sekitarnya.Kabut asap ini juga sempat mengganggu jadwal penerbangan dari Bandara Polonia Medan menuju Bandara Silangit, Tapanuli Utara pagi tadi. Delegasi gubernur sedunia yang rencananya berangkat pagi tadi, terpaksa ditunda keberangkatannya beberapa jam karena jarak pandang yang hanya sekitar 1.000 meter."Tapi hingga siang tadi, jarak pandang di Bandara Silangit sudah mencapai 4.000 meter, jadi untuk pesawat udara sudah cukup baik. Kalau pagi memang kondisinya begitu sejak ada kabut asap ini," kata Firman. Di Bandara Polonia Medan, jarak pandang sekitar 3.000 meter. Kabut asap yang terlihat belum sampai mengganggu jadwal penerbangan.
(asy/)











































