Momen-momen Kenangan KMP yang Kini Dinyatakan Bubar

Okta Wiguna - detikNews
Jumat, 05 Feb 2016 06:35 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Koalisi Merah Putih (KMP) dinyatakan bubar oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Koalisi permanen itu tinggal kenangan.

Kilas balik, KMP dideklarasikan secara resmi pada 20 Mei 2014 di Rumah Polonia. Koalisi yang identik dengan lambang Garuda Merah ini menjadi kendaraan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berlaga di Pilpres 2014 melawan Jokowi-JK.

Pada akhirnya, Prabowo-Hatta kalah. Namun, alih-alih bubar, KMP malah mendeklarasikan diri sebagai koalisi permanen.

Sepak terjang KMP yang dipimpin Prabowo dan Aburizal Bakrie (Ical) sempat merepotkan koalisi parpol pendukung Pemerintah. Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD diubah sehingga PDIP sebagai pemenang pemilu tak otomatis mendapatkan kursi Ketua DPR. Paket pimpinan DPR pun direbut oleh KMP.

Tapi pada akhirnya KMP mulai rontok. Satu persatu anggotanya berbalik arah mendukung Pemerintah. Hingga kini dinyatakan bubar oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

Berikut momen-momen penting perjalanan KMP:

20 Mei 2014

Partai pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014 mendeklarasikan diri sebagai Koalisi Merah Putih (KMP) di Rumah Polonia, Jakarta Timur. Anggotanya: Partai Gerindra, Golkar, PPP, PKS, PAN, dan PBB.


8 Juli 2014

KMP mengegolkan Undang-undang No.17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD (UU MD3) yang membuat pemenang Pileg 2014 tak otomatis pimpin DPR.


14 Juli 2014

Deklarasi Koalisi Permanen Merah Putih di Tugu Proklamasi Jakarta


22 Juli 2014

KMP resmi kalah di Pilpres setelah KPU mengumumkan kemenangan pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla


2 Oktober 2014

Paket pimpinan DPR versi KMP sukses. Pimpinan DPR dikuasai KMP plus Partai Demokrat.


2 September 2015

Ketum PAN Zulkifli Hasan menemui Presiden Jokowi. PAN menyatakan jadi partai pendukung Pemerintah meski tidak keluar dari KMP.


21 Desember 2015

Presiden PKS menemui Presiden Jokowi. PKS menyatakan statusnya sebagai oposisi loyal, yakni mendukung program pemerintah yang baik namun tidak keluar dari KMP.


11 Januari 2015

Ketum Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie, menemui Presiden Jokowi. Golkar menyatakan siap mendukung pemerintah, tapi tak keluar dari KMP.


29 Januari 2016

PPP kubu Ketum Djan Faridz dalam Rapimnas II di Bogor, memutuskan mendukung Presiden Jokowi. Djan menyusul kubu Ketum Rommahurmuziy yang sudah merapat ke Jokowi.


4 Februari 2016

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan KMP secara de facto sudah bubar dan hanya Gerindra yang jadi partai oposisi. Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan Elite PKS merasa KMP masih eksis.

(tor/van)