"Ya pada intinya sebagai kader partai saya harus siap untuk ditugaskan di mana saja oleh partai. Waktu di Bogor direkomendasikan dan ditugaskan partai, saya maju di Bogor. Kemudian oleh Bang Zul saya ditugaskan dipilih jadi waketum (PAN) saya siap," ucap Bima Arya kepada detikcom, Rabu (3/2/2016) malam.
Meski begitu, Bima menjelaskan bahwa Pilgub DKI masih berproses dan cukup banyak waktu. Dia juga masih sangat fokus untuk menjalankan tugas sebagai Wali Kota Bogor yang baru akan berakhir pada tahun 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya masih milik warga Bogor yang kerja keras tiap hari tanpa libur, tuntaskan masalah seperti macet, sampah, tata kota," imbuhnya.
Lalu bagaimana dengan Ahok yang menurut survei kredibilitasnya paling tinggi untuk Pilgub DKI?
"Saya kira politik dinamis, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik," jawab mantan Direktur Eksekutif Charta Politica itu.
"Tapi saya belum berpikir ke arah sana. Konsen saya, pikiran saya, masih full 100 persen untuk Bogor," tegasnya.
Sebelumnya, ketua umum PAN Zulkifli Hasan menyebut ada beberapa kader PAN yang berpotensi diusung untuk maju dalam Pilgub DKI tahu 2017.
"Ada Bima Arya, Desy Ratnasari, Eko," kata Ketum PAN Zulkifli Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2016). (miq/rna)











































