Sengketa Merek

Ini Alasan MA Menangkan Pengusaha Surabaya Sebagai Pemilik IKEA

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 02 Feb 2016 17:27 WIB
IKEA di Alam Sutera, Tangerang (ari/detikcom)
Jakarta -
Mahkamah Agung (MA) memenangkan pengusaha Surabaya, PT Ratania Khatulistiwa sebagai pemegang IKEA. Adapun IKEA dari Swedia yang sudah terkenal di berbagai penjuru dunia, harus mengakui sebaliknya.

Versi pengusaha asal Surabaya itu, IKEA miliknya merupakan akronim dari Intan Khatulistiwa Esa Abadi atau disingkat IKEA. Intan sendiri akronim dari 'Industri Rotan'. Adapun IKEA asal Swedia adalah akronim dari 4 kata yaitu Ingvar, Kamprad, Elmatayd dan Agunnaryd dan disingkat IKEA.

Awalnya IKEA dari Swedia mengantongi sertifikat merek tertanggal 9 Oktober 2006 dan 27 Oktober 2010.  Selidik punya selidik, IKEA dari Swedia ini tidak menggunakan mereknya itu untuk kelas 20 dan kelas 21 secara tiga tahun berturut-turut. Melihat fakta di atas, maka IKEA dari Surabaya masuk dan mendaftarkan mereknya pada 20 Desember 2013.



IKEA dari Surabaya lalu menggunakan dalih Pasal 61 ayat 1 huruf a yang berbunyi:

Penghapusan pendaftaran Merek atas prakarsa Direktorat Jenderal dapat dilakukan jika merek tidak digunakan selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dalam perdagangan barang dan/atau jasa sejak tanggal pendaftaran atau pemakaian terakhir, kecuali apabila ada alasan yang dapat diterima oleh Direktorat Jenderal.

Dengan dalih di atas, IKEA dari Surabaya lalu menggugat ke PN Jakpus dan dikabulkan. Pada 17 September 2014, PN Jakpus menyatakan IKEA dimiliki oleh PT Ratania dan memerintahkan merek IKEA dari Swedia yang berdiri sejak 1943 harus dicabut. Atas vonis ini, IKEA dari Swedia mengajukan kasasi. Apa kata MA?



"Menolak permohonan kasasi Inter IKEA System BV," ucap majelis hakim yang diketuai hakim agung Syamsul Maarif sebagaimana dilansir website MA, Selasa (2/1/2016).

Putusan ini diadili pula oleh hakim anggota hakim agung Abdurrahman dan hakim agung I Gusti Agung Sumanatha. Ternyata dalam putusan ini, majelis terbelah. Hakim agung Sumanatha memilih dissenting opinion dan menyatakan gugatan IKEA versi Surabaya haruslah ditolak.



"Secara kasat mata IKEA milik tergugat cukup besar berada di Jalan Alam Sutera, Tangerang Banten sehingga demikian Pasal 61 ayat 2 huruf a UU Merek tidak dapat diterapkan," ujar hakim agung Sumanatha.

Namun pendapat Sumanatha kandas dalam musyawarah majelis. Alhasil, palu majelis memutuskan merek IKEA yang resmi dipegang PT Ratania yang didirikan pada 7 Oktober 1988. (asp/try)