10 Eks OPM Diajak Jalan-jalan ke Jakarta, Berwisata dan Ketemu Kepala BIN

10 Eks OPM Diajak Jalan-jalan ke Jakarta, Berwisata dan Ketemu Kepala BIN

Wilpret Siagian - detikNews
Jumat, 29 Jan 2016 16:03 WIB
10 Eks OPM Diajak Jalan-jalan ke Jakarta, Berwisata dan Ketemu Kepala BIN
Foto: Wilpret Siagian/detikcom
Jayapura - Setelah seminggu berada di Kota Jayapura, 10 eks Tentara Pembebasan Nasional/ Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) anak buah Goliat Tabuni yang bermarkas di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, dibawa ke Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Ke-10 orang itu berangkat dari Jayapura dengan pesawat Batik Air pukul 17.00 WIT. Kepala Distrik Tingginambut, Yulius Tabuni, jadi pemipin rombongan.

Selama berada di Jakarta, mereka direncanakan akan bertemu dengan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), Sutiyoso. Juga berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah, Monumen Nasional (Monas), Taman Impian Ancol, Gereja Katedral dan Gereja Immanuel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca: 10 Anggota OPM Menyerahkan Diri ke Polda Papua dan Bergabung ke NKRI

Dandim 1714/PCJ, Letkol Inf Bayu Sudarmanto, saat mendampingi ke-10 warga tersebut menyebutkan, pihaknya bersyukur anak buah Goliat Tabuni yang merupakan pimpinan OPM di Tingginambut sadar dan mau menyerahkan diri serta bergabung ke NKRI.

"Ini hal yang sangat kita banggakan dan diharapkan bisa diikuti oleh yang lain," ujar Bayu kepada wartawan di Jayapura.

Bayu melepas kepergian rombongan ke Jakarta. Selanjutnya, 'komando' diserahkan ke  Yulius Tabuni.

Baca: Alasan 10 Anggota OPM Serahkan Diri: Kami Bosan Berjuang, Tidak Ada Hasil

Menurut Yulius Tabuni, tujuan ke Jakarta adalah untuk memberikan pencerahan bagi mereka bahwa Indonesia itu luas. Dengan demikian, pikiran mereka akan terbuka.

"Kita ke Jakarta untuk membuka wawasan mereka bahwa Indonesia ini luas dan melihat pembangunan di Jakarta, agar mereka juga terpikir untuk membangun daerahnya," katanya.

Sementara itu, Terianus Enumbi mengatakan, penyerahan diri kepada pemerintah karena tidak ingin lagi ada pertumpahan darah di Papua.  "Kami tidak ingin lagi ada pertumpahan darah di sini (Papua), tetapi kami ingin kampung kami dibangun oleh pemerintah," katanya dalam bahasa daerah yang diterjemahkan Yulius Tabuni. (trw/trw)


Berita Terkait