Klinik Chiropractic Indonesia Ilegal

WN Australia Thomas dan Anthony Diduga Langgar UU Keimigrasian

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 28 Jan 2016 19:31 WIB
Polisi tahan 2 WN Australia Anthony Dawson dan Thomas Dawson terkait kasus chiropractic (Foto: Rengga Sancaya/detikFoto))
Jakarta - Kakak-beradik WN Australia, Anthony Dawson dan Thomas Dawson diduga telah melakukan praktik di Klinik Chiropractic Indonesia secara ilegal. Keduanya juga diduga melanggar UU Keimigrasian.

"WNA atas nama Anthony dan Thomas diduga melakukan pelanggaran-yang kalau kita kaitkan dengan keimigrasian sesuai yang diatur UU-adanya dugaan tindak pidana keimigrasian penyalahgunaan izin sebagaimana diatur Pasal 122," ujar Kabid Wasdakim Kantor Imigrasi Jaksel Toto Suryanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Bahkan menurut Toto, Thomas pernah ditangkap oleh pihak Imigrasi Jakarta Selatan atas pelanggaran UU Keimigrasian tersebut.

Polisi tahan 2 WN Australia Anthony Dawson dan Thomas Dawson terkait kasus chiropractic (Foto: Rengga Sancaya/detikFoto))

"Namun demikian kami dari kantor dinas sudah melakukan penangkapan terhadap Thomas terlebih dahulu dan sudah dimintai penahanan hingga sampai saat ini, namun sebagaimana dinaungi di bawah imigrasi adalah pemberi izin tinggalnya sedangkan kegiatannya kewenangannya ada di Kemenaker dan Kemenkes," jelas Toto.

"Dan kami sudah menyurati Kemenaker untuk menanyakan dokumen yang dimiliki yang bersangkutan, yang bersangkutan memiliki dokumen berupa RPTA dan INTA," imbuhnya.

Menurutnya, RPTA dan INTA merupakan persyaratan wajib yang harus dimiliki WNA yang akan bekerja di Indonesia.

(Baca juga: 6 Klinik Chiropractic yang Dibuka Kakak-Beradik WN Australia Disegel)

"Tapi untuk kegiatannya, imigrasi enggak bisa buat surat penafsiran sendiri untuk itu. Maka kami menyurati Kemenaker apakah kegiatannya sesuai, apakah dokumennya sah, nah ini yang sudah kita lakukan namun sampai saat ini memang belum ada jawaban," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan bahwa setiap WNA yang akan bekerja di Indonesia harus memiliki sponsor.

"Sponsor itu harus ada badan hukum dan kemudian sponsor itu mengajukan permohonan izin kerja kepada imigrasi, dari situ nanti ada rekomendasi visanya visa kerja. Tapi sebelum Dirjen Imigrasi mengeluarkan sponsor kerja maka dia harus ada rekomendasi dari dinas tenaga kerja, karena mereka yang mengkoordinir semua warga negara mana pun atau warga negara asing yang kerja di Indonesia dengan rekomendasi tersebut," terang Krishna.

Polisi tahan 2 WN Australia Anthony Dawson dan Thomas Dawson terkait kasus chiropractic (Foto: Rengga Sancaya/detikFoto))

Ia menambahkan, untuk WNA yang akan membuka praktik kesehatan juga harus mengantongi perizinan dari Dinas Tenaga Kesehatan.

(Baca juga: Kadinkes DKI: 2 WN Australia di Klinik Chiropractic Bekerja Secara Ilegal)

"Atau setidaknya Dinas Kesehatan melakukan izin, apa praktik seperti apa dan kemudian orang-orang itu diteliti apakah mereka mempunyai kapabilitas dalam ahli bidang yang dibukakan, nah ini semua prosedur ini dilanggar oleh para pelaku," tambahnya.

Selain masalah UU Keimigrasian dan Tenaga Kesehatan, penyidik juga berencana menjerat kedua tersangka dengan TPPU. "Karena mereka menyalurkan uang hasil pekerjaannya ke luar negeri," tutup Krishna. (mei/hri)