Takut Trayek Dicabut, Tarif Angkot di Palembang Normal Lagi
Selasa, 08 Mar 2005 17:19 WIB
Palembang - Tarif ongkos angkutan umum di Palembang akhirnya mengikuti ketentuan yang dikeluarkan Pemerintah Palembang. Mereka tidak lagi menaikkan tarif hingga 50 persen. Meskipun begitu masih ada sopir yang nekat memungut hingga 50 persen.Perubahaan sikap para kru angkutan umum di Palembang mulai terasa sejak Senin (7/3) kemarin. Misalnya bus kota yang biasa menarik ongkos dari penumpang sebesar Rp 1.500 untuk dalam kota, kini hanya Rp 1.200 sesuai ketentuan pemerintah. Hal yang sama dilakukan angkutan kota."Kami takut trayek kami dicabut. Bos (pemilik bus) kami minta kami harus patuh dengan tarif ongkos, kalau ketahuan kami dipecat," kata Yanto, kru bus kota jurusan Kenten-Ampera, kepada detikcom, Selasa (8/3/2005).Sebelumnya tarif angkutan umum di Palembang, baik bus kota maupun angkutan kota, memungut ongkos dari penumpang hingga 50 persen atau dari Rp1.000 menjadi Rp1.500. Sementara Pemerintah Kota Palembang menetapkan kenaikan tarif ongkos di Palembang paling besar 20 persen dari tarif lama.Kenaikan sepihak yang dilakukan para kru bus ini membuat sejumlah penumpang protes atau marah. Bahkan ada yang nyaris berkelahi antara kru bus kota dengan penumpang.Mendapatkan informasi itu, Pemerintah Palembang tampaknya diam-diam menurunkan "intelnya" untuk memantau kenaikan tarif ongkos oleh para kru angkutan kota. Terdengar kabar, setelah mendapat kebenaran soal informasi itu, Walikota Palembang diam-diam memanggil para pemilik angkutan umum itu. Selain marah, Walikota Palembang mengancam akan mencabut trayek mereka bila tidak mematuhi ketetapan tarif ongkos yang dikeluarkannya.Meskipun begitu sejumlah penumpang mengaku masih dipungut Rp1.500 oleh sopir angkot, dengan alasan tak punya uang receh buat kembalian.
(nrl/)











































