"Kita perhatian saja terus kita kembalikan. Masalahnya kan dia ada beberapa rumah yang sudah habis, sudah dijual, nah kita harus cari keluarga terdekat," ungkap Ahok di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (26/1/2016).
Ahok juga siap turun tangan mengatasi sejumlah masalah dalam administrasinya. "Ada juga KTP nya sudah kebakar sebagian. Nah, itu nggak apa-apa, kita urusin. Kalau dia nggak ada rumah, mau di rusun cukup ya saya bersedia kasih rusun," kata Ahok.
Jika Pemprov DKI Jakarta memberi rusun, menurut Ahok, para pengungsi tersebut tidak akan terpusat atau menjadi satu. "Tapi nggak bisa satu geng gitu loh, nanti malah bikin grup baru di rusun. Jadi mesti satu atau dua di dalam kompleks rusun. Tapi kami utamakan dorong mereka ke keluarganya dulu," jelasnya.
Selain itu, Pemprov DKI bersedia membantu pengungsi eks Gafatar yang ingin transmigrasi ke daerah lain. "Keluarga itulah yang nanti akan menampung mereka. Ada juga yang pengin ngajuin transmigrasi, nah kita harus daftar dulu," kata Ahok.
Sebelumnya Ketua PSBI Bangun Daya 2 Harjanto menyebut sebanyak 43 pengungsi eks Gafatar yang awalnya ditampung di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus dipindahkan ke panti sosial yang dipimpinnya. Penanganan pengungsi asal Jabodetabek tersebut dilakukan bersama tim dari dinas-dinas milik Pemerintah Provinsi DKI yang terkait. (aan/nrl)











































