Dia berdiri menjajakan keripik, ada yang harganya Rp 2 ribu ada juga yang Rp 5 ribu. Apa yang dilakukan Kakek Tam ini berbeda dengan kolega di sebelahnya, yang mengemis menadahkan tangan. Sudah beberapa tahun ini lapak Kakek Tam bersebelahan dengan pengemis yang seumuran dengannya.
"Ini saya ngambil dari orang keripiknya," kata Kakek Tam yang memakai topi biru dan kaus kuning ini malu-malu saat diajak berbincang, Jumat (22/1/2016).
Kakek Tam bertopi biru |
Kakek Tam bergerak dari rumahnya pagi hari. Rumahnya kata dia tak jauh dari Stasiun Depok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kakek Tam berdagang untuk bantu-bantu keluarga. Kakek Tam menikmati hidupnya dengan berdagang. Dia menggeleng dan tersenyum saat ditanya soal pengemis di sebelahnya. Buat dia semua orang tentu punya pilihan. (dra/dra)












































Kakek Tam bertopi biru