Kasus Kebakaran Lahan Segera Disidangkan, PT LIH: Kita Hormati Proses Hukum

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 21 Jan 2016 19:11 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Kostrad)
Pekanbaru - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menyebut kasus kebakaran lahan di PT Langgam Inti Hibrindo (LIH) segera dilimpahkan ke pengadilan. Pihak perusahaan tetap  menghormati proses hukum.

"Kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait upaya penegak hukum dalam mengungkap penyebab kebakaran lahan perusahaan kami  di kabupaten Pelalawan, Riau," kata Senior Community Development Officer PT LIH, Lagiman kepada wartawan, Kamis (21/1/2016) di Pekanbaru.

Sebagai perusahaan nasional, lanjut Lagiman, PT LIH  selalu taat dan patuh terhadap setiap ketentuan hukum yang berlaku.

"PT LIH berharap masalah ini segera selesai, sehingga perusahaan mendapatkan kepastian terkait kegiatan operasional yang sudah terhenti berbulan-bulan. Kondisi saat ini sangat merugikan petani. Ribuan orang harus kehilangan penghasilan karena kehilangan pekerjaan," jelasnya.

Lagiman juga memastikan bahwa  PT LIH tidak pernah melakukan pembakaran ataupun melakukan kelalaian yang berakibat pada kebakaran lahan. Peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di Pelalawan pada 27-30 Juli 2015 justru sangat merugikan PT LIH. Sehingga tidak relevan jika PT LIH dianggap sebagai penyebab kabut asap di Riau yang terjadi pada minggu ketiga Agustus 2015.

"Investasi yang sudah kami habiskan untuk menanam dan mengelola lahan sawit seluas 210 hektare selama 2 tahun ini habis terbakar. Kami justru sangat dirugikan. Tidak masuk akal pohon sawit yang akan segera panen kami hancurkan sendiri," ungkapnya.

Lagiman bilang selama ini PT LIH menjalankan kebijakan pembukaan lahan tanpa bakar (zero burning) dan memiliki Standar Operating Procedure (SOP) Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kebakaran Kebun dan Lahan. Perseroan juga memiliki sistem deteksi dini dan penanggulangan kebakaran melalui Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat  inti (TKTD). Pada saat terjadi kebakaranpun, PT LIH telah berkoordinasi dan meminta bantuan untuk memadamkan kepada pemerintah setempat dan Kepolisian Daerah Riau.

Tim TKTD dan Tim Patrol yang menjalankan tugasnya sesuai dengan jadwal piket dan patrol yang telah ditetapkan, pelatihan pemadaman api bagi personel pemadaman kebakaran secara internal dan eksternal.

Selain itu PT LIH juga memiliki sarana dan prasarana pencegahan dan pengendalian kebakaran, antara lain menara pantau api, tanda peringatan bahaya kebakaran di seluruh wilayah, pompa bertekanan tinggi, pompa bertekanan sedang, back pump dan peralatan lainnya.

Perusahaan juga membantu pemadaman api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan menerjunkan tim dan peralatan pemadaman kebakaran antara lain pompa bertekanan tinggi Mark 3 (26 Bar), Tohatsu (10 Bar), pompa apung dan alcon untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di dua desa di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan, Riau.

"Kami memiliki peralatan yang sudah mengikuti standar dari pemerintah. Dan ketentuan bahwa bisnis kami harus zero burning juga menjadi tuntutan para buyer kami," ujarnya.

Sebelumnya, Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Mukhzan kepada detikcom mengatakan, berkas perkara  sudah dinyatakan lengkap. Barang bukti dan tersangka Frans Katihotang (48) selaku manajer sudah diserahkan. Menurut Mukhzan, dengan penyerahan barang bukti dan tersangka,  maka maksimal 20 hari ke depan, kasus kebakaran lahan PT LIH akan disidangkan di Pengadilan Negeri Pelalawan.

"Tersangka sudah kita serahkan ke Kejari Pelalawan," kata Mukhzan, Rabu (20/1) kemarin. (cha/trw)