Pernah Kecelakaan, Tim DPR Usul Polisi Jaga Polly

Pernah Kecelakaan, Tim DPR Usul Polisi Jaga Polly

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2005 02:18 WIB
Jakarta - Menganggap Pollycarpus sebagai saksi kunci, tim DPR mengusulkan agar awak Garuda yang memberikan kursi kelas bisnisnya kepada Munir itu dijaga polisi. Apalagi Polly pernah mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu.Hal itu disampaikan Slamet Effendy Yusuf dari Tim Investigasi DPR Kasus Munir dalam jumpa pers usai rapat tertutup tim dengan Polly di Nusantara II Gedung DPR/MPR jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat, Senin (7/3/2005)."Ada permintaan dari beberapa anggota yang menginginkan agar Polly dilindungi keselamatannya karena dia menjadi saksi kunci. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sebelum tuntas persoalan ini," katanya.Menanggapi hal itu, Polly kepada wartawan usai rapat menegaskan dirinya tidak merasa terancam. "Itu murni kecelakaan. Tidak ada yang mencoba untuk membunuh saya," ujarnya.Dituturkan dia, pada 22 Februari 2005 sekitar pukul 20.00 WIB dirinya sedang mengendarai sepeda motor melintasi kawasan Pondok Cabe. Tiba-tiba, kendaraan angkot di depannya berhenti mendadak. Dia pun langsung mengindar. Tapi kemudian ada bus dari arah berlawanan yang menyerempet dirinya. Dia pun terjatuh."Itu murni kecelakaan. Tidak benar kalau dalam peristiwa itu ada yang mencoba untuk membunuh saya. Itu tidak betul. Dalam kasus ini saya yakin kalau tidak ada suatu konspirasi apapun," tukas Polly.Bantah Berbelit-belitMenanggapi ketidakpuasan DPR atas jawaban yang dianggap berbelit-belit, Polly merasa sudah berbicara apa adanya dalam memberikan jawaban."Saya tidak berbelit-belit dalam memberikan jawaban. Saya ngomong apa adanya. Karena itu saya yakin kalau saya tidak bersalah," ujarnya.Diakui dia, kedatangannya di Singapura sebagai Aviation Security Garuda untuk mengkonfirmasikan kalau ada trouble dengan salah satu pesawat. Setelah itu dirinya langsung ke hotel. Pada pagi harinya dirinya langsung pergi ke acara Sarasehan Asosiaso Pilot dengan menggunakan pesawat pertama. Namun skedul penerbagan itu bukan dirinya yang mengaturnya untuk berangkat pada penerbangan pertama.Polly mengaku heran dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan DPR karena tidak klop. "Mereka sepertinya tidak percaya dengan jawaban saya. Seperti yang dikatakan oleh salah satu anggota yang bernama Trimedya yang mengatakan jawaban saya bohong, karena sepertinya saya terancam dan takut ditangkap oleh polisi. Bohong darimana?" tandasnya. (sss/)


Berita Terkait