Penyisiran dilakukan untuk memastikan bahwa tak ada lagi bom atau granat setelah pelaku teror dilumpuhkan. Dari hasil penyisiran, polisi menemukan 6 bom siap ledak. "Saat clearing device kami temukan 6 bom, lima berukuran kecil sekepalan tangan dan satu lagi lebih besar sebesar kaleng biskuit," kata Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Kapolda didampingi Seskab, Menko Polhukam dan Panglima TNI dalam jumpa pers itu.
Selain 6 bom, dari tubuh pelaku yang meninggal dunia ditemukan satu senjata FN rakitan. Polisi berhasil melumpuhkan kelompok teroris yang menyerang Starbucks dan pos polisi di jalan Thamrin setelah baku tembak selama 15 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tito, di bawah Abu Bakr Al-Bagdhadi, ISIS mengubah strategi. Mereka tak lagi menyerang di kawasan Suriah dan Irak, melainkan mulai melebar ke seluruh dunia. ISIS, kata Irjen Tito, membuka cabang di seluruh dunia untuk melancarkan operasinya, seperti di Prancis, Turki dan Asia Tenggara. (erd/nrl)











































