"Yang kita tahu ada lima bom meledak," kata Luhut kepada wartawan di Jl MH Thamrin, Kamis (14/1/2015).
1 Bom meledak di dalam Starbucks, 1 bom lain meledak di depannya. "Lainnya di pos polisi dan di sekitar sinilah," ujarnya.
Luhut menerangkan saat ini jenis bom yang digunakan masih dianalisis di labfor Polri. Namun, Luhut berasumsi bom yang digunakan jenis low explosive.
"Menurut pengalaman saya, itu low explosive kalau lihat dari asapnya. Tapi kita tunggu keterangan resmi dari labfor Polri," ujarnya.
Sementara untuk bukti yang ditemukan polisi di dekat lokasi, yaitu 3 bom rakitan serupa granat yang masih utuh, sisa bom yang sudah meledak, pistol rakitan, pisau, tas pinggang, dan lakban.
(tor/trw)











































