DetikNews
Senin 11 Januari 2016, 14:51 WIB

Jero Wacik Ajukan Wapres Jusuf Kalla Jadi Saksi Meringankan

Ferdinan - detikNews
Jero Wacik Ajukan Wapres Jusuf Kalla Jadi Saksi Meringankan Jero Wacik (Foto: Hasan Al Habshy/detikFoto)
Jakarta - Mantan Menteri ESDM Jero Wacik mengajukan permohonan menghadirkan satu orang sebagai saksi meringankan. Jero Wacik mengajukan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Permohonan ini disampaikan Jero melalui penasihat hukumnya bernama Sugiyono dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2016).

"Surat yang dikirim dari penasihat hukum saksi meringankan, yaitu Muhammad Jusuf Kalla Bapak Wakil Presiden yang akan dimohonkan pada persidangan yang akan datang jam 10 tanggal 14 Januari bertempat di kantor untuk didengar sebagai saksi meringankan atas terdakwa Jero Wacik. Ini permohonan penasihat hukum terdakwa yang akan mengajukan saksi meringankan," kata Hakim Ketua Sumpeno membacakan surat permohonan tim penasihat hukum Jero.

Atas permohonan ini, tim Jaksa Penuntut Umum KPK mengaku tidak keberatan. Namun Jaksa meminta agar Majelis Hakim memperhatikan masa penahanan Jero yang habis pada pertengahan Februari 2016.

"Terhadap permintaan penasihat hukum kami komitmen dengan jadwal persidangan dengan pertimbangan masa penahanan akan habis," ujar Jaksa Doddy Sukmono.

Hakim Sumpeno lantas mengabulkan permohonan Jero. Sebab berdasarkan KUHAP sidang dapat dibuka kembali untuk menghadirkan saksi atas permintaan jaksa atau pun terdakwa.

Baca juga: Jero Wacik: Para Menteri Harus Ekstra, Ekstra, Ekstra Hati-hati!

"Sesuai KUHAP memberi peluang walaupun sudah selesai atas permintaan pihak, jaksa, sidang masih boleh dibuka sekali lagi. Pada prinsipnya majelis tidak keberatan atas permohonan yang diajukan PH berkenaan dengan akan didengarnya Jusuf Kalla pada sidang Kamis (14/1)," imbuh Sumpeno.

Kubu Jero mengatakan, JK menyatakan bersedia hadir di Pengadilan Tipikor. "Kami telah konfirmasi ke Beliau langung dan beliau berkenan," tegas Sugiyono.

Jero dijerat 3 dakwaan. Pada dakwaan kesatu, Jero sebagai mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata didakwa menyelewengkan dana operasional menteri (DOM) untuk memperkaya diri sendiri dan keluarga. Total DOM yang diselewengkan Jero Wacik mencapai Rp 8.408.617.149.

Baca juga: Antisipasi Hukuman Uang Pengganti, Jero Wacik Jaminkan Tanah dan Rekening

Pada dakwaan kedua, Jero sebagai mantan menteri ESDM, didakwa melakukan pemerasan dengan cara memaksa anak buahnya melakukan pengumpulan duit. Uang hasil pengumpulan duit yakni Rp 10,38 miliar yang berasal dari imbal jasa (kickback) rekanan pengadaan kemudian digunakan untuk memenuhi keperluan pribadi Jero.

Sedangkan pada dakwaan ketiga, Jero Wacik didakwa menerima gatifikasi terkait jabatannya sebagai menteri ESDM. Gratifikasi diterima dalam bentuk pembayaran biaya pesta ulang tahun Jero tanggal 24 April 2012 di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jaksel sejumlah Rp 349.065.174.
(fdn/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed