Sisi Lain Tokoh

Tidur Siang yang Didambakan Johan Budi Selama 10 Tahun

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Senin, 11 Jan 2016 14:05 WIB
Johan Budi (Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah)
Jakarta - Di balik sosoknya yang terlihat dingin dan tenang kala berbicara di depan publik, Johan Budi hanyalah manusia biasa. Dia juga memiliki keinginan yang sangat manusiawi.

Sambil berkisah tentang kehidupannya, mantan Jubir KPK itu mengungkapkan keinginan terbesarnya saat resmi mengundurkan diri dari KPK. Di hari pertama 'menganggur', Johan langsung mencoba melakukan hal yang paling didambakannya dan tidak bisa terlaksana selama 10 tahun lebih bertugas di KPK, yakni tidur siang.

"Saya itu dari dulu pengin tidur siang. Kemarin setelah nggak di KPK lagi, nyoba tu buat tidur siang. Padahal suasananya pas betul itu, hujan dan sepi kan di rumah nggak ada orang, tapi ternyata nggak bisa merem," ujar Johan mengisahkan kehidupannya pasca mundur dari KPK beberapa waktu yang lalu.




Mantan Plt Pimpinan KPK itu pun tak menyerah. Ketika pulang kampung ke Mojokerto, dia kembali mencoba untuk tidur siang, tapi ternyata tetap gagal.

"Mungkin karena kebiasaan ya, padahal dulu itu pas di KPK kepengen banget tidur siang. Kan saya paling sehari itu cuma tidur 2-3 jam, jadi kayaknya kalau tidur siang itu enak betul," kata Johan sembari tertawa.

(Baca juga: 'Penebusan Dosa' Johan Budi kepada Anak-anaknya)

Johan mengaku sangat menikmati kehidupannya saat ini. Dia bisa menikmati hidup dengan santai, bangun siang dan menikmati kopi hitam kesukaannya.

Tak hanya itu, mantan jurnalis itu kini bisa sesuka hati pergi ke mana pun tanpa peduli diawasi pengawas internal.

Johan lalu mengisahkan, 2 hari setelah tak lagi bekerja di KPK, dia berjalan-jalan di sekitar Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dia lalu membeli kopi hitam seharga Rp 8 ribu di sebuah minimarket. Kopi hitam itu diminumnya di pinggir jalan menuju RS Pondok Indah. Johan hanya berdiri di bawah pohon sambil menikmati kopi dan rokoknya, tak ada yang peduli dengan keberadaannya.

"Nikmat betul itu bisa ngopi di pinggir jalan, dekat tempat sampah padahal itu. Tapi bisa berjam-jam di situ. Hal-hal seperti itu tidak bisa dilakukan dulu," tuturnya.

Johan Budi (Hasan Alhabshy/detikcom)


Johan Budi masuk KPK sejak era kepemimpinan Taufiequrrachman Ruki, Tumpak Hatorangan, Erry Riyana sekitar lebih dari 10 tahun lalu, Johan berkarier di bagian Humas KPK hingga kemudian menjadi juru bicara KPK. Kehandalannya menjadi juru bicara KPK tak meragukan lagi. Badai-badai yang datang ke KPK sejak era Antasari Azhar, Bibit-Chandra, hingga BW-Samad, berhasil dilewatinya. Citra KPK tak terganggu. Johan tampil menjaga kehormatan KPK.

(Baca juga: Jadi 'Raja Jalanan', Johan Budi Luka-luka sampai Jadi Perhatian Wanita)

Di 2015 ini Johan ikut mendaftar menjadi pimpinan KPK, tapi sayangnya sebagian besar anggota Komisi III DPR tak memberi suara kepadanya. Johan gagal menjadi pimpinan. Kini Johan tengah menikmati kehidupan menjadi orang biasa yang tidak disibukan dengan urusan negara.




(kha/slh)