Kapolri: Mutasi Kapolda NTT Tak Ada Kaitannya dengan Kasus AKBP Albert

Kapolri: Mutasi Kapolda NTT Tak Ada Kaitannya dengan Kasus AKBP Albert

Idham Kholid - detikNews
Senin, 11 Jan 2016 12:19 WIB
Kapolri: Mutasi Kapolda NTT Tak Ada Kaitannya dengan Kasus AKBP Albert
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Satu dari tujuh Kapolda yang dimutasi hari ini salah satunya adalah Kapolda Nusa Tenggara Timur. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, pergantian pimpinan itu tidak ada kaitannya dengan kasus pengancaman AKBP Albert Neno yang diduga dilakukan Anggota DPR RI Herman Hery.

"(Mutasi) Tidak ada (hubungannya dengan kasus Albert," kata Badrodin usai acara pelantikan dan serah terima jabatan 7 Kapolda dan Kakor Brimob yang digelar di Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/1/2016).

Sebab, lanjut Badrodin, proses penggodokan mutasi ini bukan tiba-tiba, tetapi sudah diproses sejak dua bulan lalu. Sedangkan kasus AKBP Albert mulai bergulir menjelang akhir Desember 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena proses ini (mutasi) sudah dua bulan lalu, bukan baru sekarang kita proses, hanya kita menunggu supaya Pilkada ini sebagian bisa selesai, prosesnya sudah lama bukan sekarang," ujarnya.

Berkas Kasus dugaan pengancaman dan fitnah terhadap AKBP Albert oleh Herman Hery ini dilimpahkan ke Bareskrim Polri. Albert pun berharap Bareskrim bisa bekerja maksimal.

"Jadi harapan saya, saya sebagai korban, tentunya saya laporkan kepada pihak yang berwajib agar proses ini berjalan. Saya katakan saat itu, silakan saja penyidik membuat kasus ini jadi terang," kata AKBP Albert saat dihubungi detikcom lewat telepon, Jumat (8/1/2015).

Jadi tidak akan mencabut laporan? "tidak," tegas dia.

Sebelumnya diberitakan, AKBP Albert mengaku ditelepon seseorang yang mengaku anggota DPR Herman Hery 25 Desember 2015 lalu. AKBP Albert dimaki dan diancam karena melakukan razia miras. Albert yang tidak terima atas perlakuan itu kemudian melapor ke Polda NTT.

Herman membantah kalau yang di ujung telepon adalah dirinya. Dia menyebut stafnya bernama Ronny yang memakai HP-nya dan menelepon AKBP Albert. Herman mengaku mendapat aduan dari masyarakat soal razia miras tersebut lalu menggunakan kewenangannya sebagai anggota Komisi III DPR memanggil Albert.

(idh/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads