Jasad Mirna akhirnya diautopsi dokter forensik RS Polri. Dokter menyebutkan adanya pendarahan di lambung korban karena zat korosif yang diduga berasal dari racun sianida. Zat yang bersifat korosif tersebut dapat merusak jaringan di dalam lambung.
Polisi juga melakukan pengetesan kopi yang diseruput Mirna. Hasilnya salah satu dari 6 sampel kopi yang diminum korban mengandung zat yang diduga sianida.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain temuan itu, Mirna sempat diduga meminum obat pelangsing sebelum menyeruput kopi. Fakta ini mencuat di Medsos dan belum terverifikasi kebenarannya.
Berikut 4 temuan itu:
1. Berawal dari Kopi
|
Foto: wisnu/detikcom
|
Berdasarkan data awal dari pihak Polsek Tanah Abang, dari keterangan saksi-saksi, yang memesankan minuman tersebut adalah Jessica. Jessica saat itu memesan segelas cocktail, segelas Fashioned Sazerac dan es kopi Vietnam yang diminum korban.
Namun baru satu seruputan, Mirna mengeluh sakit. Ia kejang-kejang hingga akhirnya dibawa ke klinik yang berada di mal tersebut untuk mendapatkan penanganan medis.
Mirna kemudian dipindahkan ke RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, untuk mendapat penanganan medis lebih intensif. Namun nyawanya tak tertolong.
2. Pil Pelangsing
|
Foto: Andhika Akbaransyah
|
Pihak kafe yang didatangi detikcom belum mau memberikan tanggapan. Hanya dokter klinik yang pertama kali menangani Mirna memberi penjelasan.
Menurut dokter Joshua, dokter di klinik Mal GI yang melakukan pertolongan, korban saat datang ke klinik dibawa dengan kursi roda dan dalam kondisi stabil.
"Jadi saat dibawa ke klinik kondisinya memang sudah pingsan, pingsan seperti pasien pada umumnya. Kondisi stabil," kata dokter Joshua yang ditemui di klinik, Jumat (8/1/2016).
Ia juga tidak menemukan tanda-tanda keracunan pada Mirna. "Nggak ada tuh tanda keracunan, pingsan saja, lemes, pandangan kosong. Kalau tanda-tanda keracunan kan pasti muntah-muntah atau batuk-batuk, maksimal sampai batuk atau muntah darah karena kalau racun itu kan menyerang pembuluh darah," jelas Joshua.
3. Racun Sianida
|
Foto: Hardani Triyoga/detikcom
|
"Terkait barang bukti 6 sampel kopi, dari 6 sampel kopi itu kami dapat kabar besok hasilnya. Tapi tadi pagi saya dapat kabar langsung secara informal (dari labfor) diduga salah satu dari 6 sampel kopi yang diminum korban mengandung zat yang diduga sianida," jelas Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (10/1/2016).
Meski demikian, lanjut Krishna, pihaknya masih menunggu kepastian hasil labfor secara formal.
"Ini belum tahu karena masih dalam proses pengecekan secara laboratoris, ini kan ada beberapa proses dalam pemeriksaan itu, jadi kepastiannya besok," imbuhnya.
Polisi juga akan membandingkan kandungan zat yang terdapat di dalam lambung dan hati korban yang didapat dari hasil autopsi. Untuk diketahui, jenazah korban diautopsi pada dini hari tadi setelah polisi mendapat persetujuan dari keluarga korban.
"Pembanding kopi ini (yang sudah dites labfor) akan dibandingkan dengan hasil autopsi. Hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap sampel usus, lambung dan hati milik Mirna," imbuhnya.
4. Pendarahan di Lambung
|
Foto: Andhika Akbaransyah
|
"Tadi malam dilakukan autopsi dari jam 24.00-01.00 WIB dini hari, didapatkan adanya tanda-tanda pendarahan di dalam lambung. Pendarahan ini dapat dikarenakan adanya zat yang bersifat korosif," jelas Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak kepada detikcom, Minggu (10/1/2016).
Musyafak mengatakan, zat yang bersifat korosif tersebut dapat merusak jaringan di dalam lambung. "Zat korosif ini dapat merusak jaringan mukosa lambung sehingga terjadi pendarahan," imbuhnya.
Musyafak menambahkan, autopsi yang dilakukan untuk mengambil isi lambung dan sebagian hati sebagai sampel untuk diperiksakan lebih lanjut ke labfor.
"Nanti dari labfor bisa diketahui kandungan zat yang bersifat korosif itu apa," imbuhnya.
Halaman 2 dari 5











































