Informasi yang dihimpun detikcom, Senin (11/1/2016), ada beberapa petugas polisi yang berada di kafe tersebut sejak pagi. Tim dipimpin oleh Kasubdit Jatanras AKBP Herry Heryawan.
Menurut salah seorang penyidik yang enggan disebut namanya, ada saksi teman-teman Mirna dan pegawai kafe yang tahu soal kejadian pada Rabu (6/1) lalu. Tak hanya itu, keluarga Mirna juga dihadirkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Olivier Cafe |
Untuk diketahui, Mirna datang ke kafe tersebut ditemani kawannya bernama Hani. Sebelum Mirna dan Hani tiba, seorang temannya bernama Jessica sudah tiba lebih dahulu sekitar pukul 16.09 WIB. Mirna dan Hani baru tiba di lokasi sekitar 40 menit kemudian.
Berdasarkan data awal dari pihak Polsek Tanah Abang, dari keterangan saksi-saksi, yang memesankan minuman tersebut adalah Jessica. Jessica saat itu memesan segelas cocktail, segelas Fashioned Sazerac dan es kopi Vietnam yang diminum korban.
Foto: Rengga Sencaya |
Polisi menyebutkan, satu dari enam sampel kopi yang dites laboratorium forensik (labfor) mengandung sianida. Meski ada indikasi dari rangkaian kejadian antara kopi yang dipesan Jessica dengan peristiwa kematian korban dan hasil labfor itu sendiri, namun polisi belum memastikan apakah ada tindak pidana di dalamnya atau tidak.
Namun baru satu seruputan, Mirna mengeluh sakit. Ia kejang-kejang hingga akhirnya dibawa ke klinik yang berada di mal tersebut untuk mendapatkan penanganan medis.
Mirna kemudian dipindahkan ke RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, untuk mendapat penanganan medis lebih intensif. Namun nyawanya tak tertolong. (mei/mad)












































Olivier Cafe
Foto: Rengga Sencaya