"Bu Mega cerita sejarah beliau sekolah SD di Cikini, dan kehadiran Bung Karno di sekolah yang diserang percobaan pembunuhan Presiden Soekarno dengan granatβ¦.Intinya cerita yang ringan-ringan saja," kata Wakil Ketua MPR Mahyudin yang semeja dengan Mega, Jokowi, dan JK, dalam perjamuan teh di Istana Merdeka, Jumat (8/1/2016).
Apa yang dikisahkan Mega sebenarnya bukanlah kisah yang ringan. Namun kisah yang sangat heboh di tahun 1957. Dikutip dari ensiklopedi situs resmi Pemprov DKI, kejadian itu terjadi pada tanggal 30 November 1957, pukul 20.45, di halaman depan gedung Yayasan Perguruan Cikini, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam peristiwa itu Presiden Soekarno lolos dari usaha percobaan pembunuhan.Β Dalam catatan sejarah, setelah ledakan pertama, ajudan presiden, Letnan Kolonel Sugandhi, segera mendorongnya hingga menelungkup di lantai kemudian menindihnya untuk melindungi dari pecahan granat.
Setelah ledakan kelima berbunyi, Soekarno segera ditarik menyeberangi jalan di depan gedung, memasuki rumah di depannya. Di rumah itu Soekarno disembunyikan di ruangan belakang dan dialingi sebuah lemari, sampai keadaan dianggap aman.
Beberapa hari kemudian dua orang pelaku peledakan itu ditangkap. Keduanya mengakui bahwa rencana pembunuhan itu diatur oleh Pemerintah Republik Islam Indonesia, yang lebih dikenal dengan sebutan gerombongan Darul Islam (DI).
Dalam sidang pengadilan juga terungkap adanya bantuan Belanda terhadap DI, berupa senjata dan amunisi. Hal ini menyebabkan perasaan anti-Belanda di kalangan masyarakat makin berkobar.
Beberapa minggu kemudian, hampir semua perusahaan Belanda, baik yang bergerak di bidang industri, perkebunan dan lain-lain, disita oleh Pemerintah Indonesia. Selain itu, warganegara Belanda diusir dari Indonesia. Maskapai penerbangan Belanda, KLM, dilarang terbang di wilayah udara Indonesia.
Percobaan pembunuhan tak hanya sekali dialami Soekarno. Selama menjadi presiden, Bung Karno beberapa kali terancam dibunuh, diantaranya adalah peristiwa Makasar, Peristiwa Idul Adha, dan penembakan roket terhadap Istana Merdeka oleh Daniel Maukar.
Namun demikian, dari berbagai usaha pembunuhan itu yang paling banyak memakan korban adalah Peristiwa Cikini.
(van/try)











































