DetikNews
Kamis 07 Januari 2016, 16:25 WIB

Ketua DPD Irman Gusman Serukan Pemerintah RI Damaikan Iran dan Saudi

Salmah Muslimah - detikNews
Ketua DPD Irman Gusman Serukan Pemerintah RI Damaikan Iran dan Saudi Foto: istimewa.dok DPD
Jakarta - Memanasnya hubungan Kerajaan Arab Saud dan Republik Islam Iran menyusul eksekusi mati ulama Syiah Nimr al – Nimr dan 47 tahanan lainnya di Saudi, menimbulkan gelombang reaksi berbahaya di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Demonstrasi besar-besaran dari Tehran sampai ke Beirut yang mengutuk eksekusi tersebut serta menuntut pembubaran pemerintah Arab Saudi terjadi.

Ketua DPD Irman Gusman pun menyerukan agar kedua belah pihak sama-sama menahan diri. Irman menyerukan kepada pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat di Arab Saudi dan Iran untuk segera menghentikan pernyataan, manuver, atau kegiatan apapun yang berpotensi memperkeruh keadaan.

"Sebab eskalasi ketegangan ini hanya akan merugikan kedua belah pihak, bahkan merugikan semua negara berpenduduk muslim di dunia," jelas Irman, Kamis (7/1/2016).

Menurut Irman, hubungan diplomatik kedua negara dibekukan pada hari Minggu (3/1/2016) setelah diplomat kedua belah pihak diusir pulang, sementara para pemimpin kedua negara saling mengecam, menambah ketegangan yang sudah semakin membara di kawasan yang seharusnya memancarkan kedamaian serta rahmat bagi semesta alam. Pertikaian ini diperkirakan masih akan berlanjut dan dapat mempengaruhi stabilitas di kawasan itu, bahkan di banyak negara lain dimana ketegangan antara kaum Sunni dan Syiah masih terus terjadi bahkan konflik sektarian di timur tengah ini juga telah menggangu stabilitas dunia global.

Sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan "….ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial", maka Irman meminta agar Pemerintah RI mengambil inisiatif untuk menggerakkan negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam mengupayakan terciptanya suasana kondusif demi terbangunnya kembali ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Islam), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan se-bangsa dan se-tanah air), ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan), antara dua negara anggota OKI yang tengah bertikai itu.

"Arab Saudi dan Iran adalah dua negara sahabat yang sama pentingnya bagi Indonesia, mengingat posisi serta peran mereka dalam pergaulan internasional serta hubungan diplomatik yang sudah berlangsung lama dengan Indonesia. Oleh sebab itu kami mendesak dua negara yang sedang bertikai itu untuk secepatnya melakukan rekonsiliasi demi menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah serta hubungan antara sesama negara berpenduduk muslim yang semestinya memberikan keteladanan tentang nilai-nilai Islam yang cinta damai dan menebarkan Islam rahmatan lil alamin," urai dia.

Irman mengimbau kepada sesama negara anggota Organisasi Kerjasama Islam kami menyerukan agar menahan diri dan memberikan kontribusi positif guna menjalin kembali tali persaudaraan antar sesama negara berpenduduk muslim agar dapat berdampak positif bagi terciptanya tata dunia baru yang lebih tenteram, adil, dan sejahtera.

"Kepada segenap komponen bangsa serta warga Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, kami menyerukan agar turut menjaga stabilitas dan keharmonisan hubungan antar sesama warga serta tidak terpancing oleh isu apapun yang berpotensi merusak kerukunan sosial," tegas dia.

"Semua kejadian ini menyadarkan kita tentang betapa pentingnya melestarikan dan mengamalkan Pancasila dengan semangat gotong-royong sebagai fondasi yang kuat untuk tetap tegaknya NKRI sebagai Tanah Tumpah Darah kita yang harus tetap aman, tenteram, rukun dan damai," tutup dia.
(dra/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed