Diduga Bahas Ambalat, Presiden Panggil Panglima TNI dan 3 Kastaf

Diduga Bahas Ambalat, Presiden Panggil Panglima TNI dan 3 Kastaf

- detikNews
Minggu, 06 Mar 2005 15:11 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendadak memanggil Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan tiga kepala staf. Diduga, Presiden mengajak membahas perkembangan Blok Ambalat yang diklaim Malaysia sebagai wilayahnya. Jenderal Endriarto bersama KSAD Letjen Djoko Santoso, KSAL Laksamana Madya Slamet Soebijanto, dan KSADU Marsekal Madya Djoko Suyanto terlihat datang ke Kantor Presiden, di kompleks Istan Kepresidenan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (6/3/2005). Sampai pukul 15.00 WIB, pertemuan belum berakhir. Informasi yang didapatkan wartawan, pemanggilan para jenderal ini untuk melaporkan kasus blok Ambalat, daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan. Seperti diketahui, pada Sabtu (5/3/2005) kemarin, KRI Rencong, salah satu dari empat KRI yang berjaga di daerah perbatasan itu, memergoki Kapal AL Malaysia, TLDM KD Kerambit. Tentu, kejadian ini bisa mengakibatkan peningkatahan ketegangan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. Pasalnya, pemerintah Indonesia sebelumnya sudah meminta agar kapal dan pesawat Malaysia diminta tidak berlabuh dan terbang di kawasan Indonesia itu. Kepala Staf Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Timur TNI AL Kolonel Laut (P) Marsetio menyatakan, KRI Rencong memergiki kapal Malaysia saat berpatroli di Pulau Karang Unarang dan mengawal pembangunan suar. Sempat terjadi ketegangan, karena sebelumnya kapal Malaysia meminta KRI Rencong segera meninggalkan wilayah itu. Namun, KRI Rencong malah mendekati kapal Malaysia itu dan mengusirnya dari wilayah itu. Tidak terjadi saling kontak tembak. Sementara itu, informasi yang beredar di kalangan wartawan istana, rencananya Presiden SBY akan mengunjungi Blok Ambalat pada Selasa (8/3/2005). (asy/)


Berita Terkait