Mega Diprediksi Tetap Jadi Ketum PDIP
Sabtu, 05 Mar 2005 23:10 WIB
Sanur - Wakil Sekjen DPP PDIP Mangara Siahaan memprediksi Megawati Soekarnoputri akan kembali memenangkan perebutan calon ketua umum PDIP pada kongres 28 Maret mendatang. Ini dipertegas dengan kalahnya Guruh Soekarnoputra dalam Konferensi Cabang Khusus (Konfercabsus) di DPC PDIP Jakarta Selatan beberapa waktu lalu."Ketua umum itu sudah hampir final. Mega nggak ada lawan, tapi mekanisme kongres harus tetap jalan," ujar Mangara usai Rapat Koordinasi Panitia Kongres II PDIP di Hotel Ina Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Sabtu (5/3/2005).Mangara mengatakan, meskipun Guruh gagal menjadi peserta kongres karena kalah pada Konfercabsus, Guruh tetap berpeluang menghadiri kongres sebagai utusan. "Guruh itu pasti datang ke kongres sebagai utusan, karena ia anggota DPR RI. Dia masih punya hak untuk dipilih," jelasnya.Namun, menurut Mangara, jika Guruh tidak dicalonkan sebagai ketua umum, ia diprediksikan masuk ke jajaran pengurus DPP, sehingga tidak akan ada istilah penjegalan.Ketika ditanya alasan kekalahan Guruh, dengan bercanda Mangara menjawab, Guruh kalah dalam Konfercabsus untuk memperebutkan posisi utusan karena ada permainan politik uang. "Mungkin penokohan Guruh yang begitu anggun kalah oleh permainan teman-teman yang sudah bagi-bagi uang dalam Konfercabsus di Jaksel," katanya sambil tertawa.Gerakan PembaharuanSementara itu, Mangara menilai langkah yang dilakukan Gerakan Pembaharuan PDIP selama ini salah. Menurutnya, yang harus dilakukan oleh Gerakan Pembaharuan PDIP adalah sosialisasi di cabang-cabang, supaya gagasannya didengar oleh peserta kongres untuk disampaikan pada saat kongres."Supaya bisa terlaksana, maka Pak Kwik sebenarnya harus hadir di seluruh Konfercabsus. Di sana dia mesti bilang jangan pilih Sutjipto, Pramono dan Gunawan, supaya gagasan tersebut terakomodir dan dibawa ke kongres," ujarnya.Mangara juga tidak setuju dengan bentuk sosialisasi yang sudah dilakukan Gerakan Pembaharuan selama ini. "Sosialisasinya di hotel-hotel dengan meminjam pers. Yang penting ter-blow up seolah-olah hebat, padahal enggak. Mereka kan senior, kok gaya nembaknya kaya gini," katanya.
(ast/)











































