"Harus segera menyelenggarakan munas bersama, yang nantinya akan diakui Pemerintah," kata Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar hasil Munas Ancol Siswono Yudho Husodo saat dihubungi, Kamis (31/12/2015).
Menurut Siswono, munas bersama adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Golkar. Munas itu harus digelar dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira dengan surat Kemenkum HAM ini menghendaki agar kedua kubu diselesaikan melalu AD ART, ya musyawarah nasional yang demokratis sesuai dengan UU Partai Politik," ujar Ace.
![]() |
Sebelumnya, dorongan agar munas bersama segera digelar juga sudah datang dari Ketua Wantim Hasil Munas Bali, Akbar Tandjung. Akbar meminta kedua kubu segera menggelar munas bersama awal tahun 2016.
"Didorong rasa keprihatinan kami maka kami berpendapat bahwa satu-satunya langkah yang harus ditempuh adalah segera Munas pada awal tahun 2016," kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung di Akbar Tanjung Institute, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (29/12/2015).
Setelah Menkum HAM mencabut SK kepengurusan hasil Munas Ancol, maka yang berlaku adalah SK kepengurusan Golkar Munas Riau yang berakhir 31 Desember 2015. Golkar pun terancam berakhir, karena tak ada kepengurusan yang diakui pemerintah.
(tor/van)












































