"Ada sebanyak 30 film dokumenter dibuat para pendaki kategori umum, mahasiswa dan pelajar. Bahkan ada bapak-bapak dari Marinir juga yang ikut berpartisipasi 'turun tangan' bersih-bersih gunung. Lomba ini kita mulai sejak 15 November sampai 26 Desember kemarin," ujar Kasi Wilayah Satu TNGGP Ardi Andono kepada detikcom, Rabu (30/12/2015).
Menurut Ardi, lomba ini digelar untuk memotivasi setiap pendaki untuk melakukan pendakian sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan termasuk melakukan vandalisme. Selain itu lomba ini juga mengingatkan para pendaki agar menggunakan peralatan sesuai standar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total Rp 60 juta untuk semua kategori dari dua materi lomba (Film Dokumenter dan Bersih gunung) diperebutkan, seluruh peserta diwajibkan mengantongi Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi).
![]() |
"Untuk peserta diperbolehkan mengikuti dua materi lomba baik itu bersih gunung maupun film dokumenter. Untuk lomba bersih gunung setiap peserta dihitung berat sampah yang dibawanya ketika turun. Yang paling berat (membawa sampah) itu pemenangnya. Hasil penghitungan tadi pemenang lomba bersih gunung berhasil membawa 300 kilogram sampah saat turun," ujar Ardi.
Selain mengumumkan pemenang perlombaan tersebut, di waktu yang sama TNGGP juga meresmikan trek sepeda TNGGP di Pasir Sumbul dan peresmian pusat konservasi Elang Jawa di Cimungkad. (khf/fdn)












































