Menag: Konflik Merugikan, Kerukunan Umat Beragama Harus Dijaga

Menag: Konflik Merugikan, Kerukunan Umat Beragama Harus Dijaga

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Rabu, 30 Des 2015 23:19 WIB
Menag: Konflik Merugikan, Kerukunan Umat Beragama Harus Dijaga
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (30/12/2015)Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
Jakarta - Kerukunan antar umat beragama harus dijaga. Jangan ada konflik yang malah mengganggu kehidupan bermasyarakat.

"Pengalaman membuktikan konflik bukan hanya menguras sumber daya, tapi destruktifnya bisa bertahun-tahun. Indonesia besar dan besar itu mengandung kemajemukan. Sekali lagi kerukunan antar umat kita rawat ini memerlukan ikhtiar bahkan perjuangan," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam Malam Anugerah Kerukunan Umat Beragama Tahun 2015 di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Rabu (30/12/2015).

Masyarakat harus berpartisipasi aktif menjaga kerukunan antar umat beragama. Sifat religius yang dimiliki jangan sampai ternodai dengan konflik yang merenggangkan hubungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam konteks Indonesia, agama jadi penting karena memang masyarakat Indonesia dikenal dengan religius," imbuhnya.

Salah satu karya dalam Malam Anugerah Kerukunan Umat Beragama/Foto: Ahmad Masaul Khoiri-detikcom


Kemajemukan di masyarakat harus dipahami untuk mempererat tali persaudaraan. Pemikiran sempit yang malah membuat pertentangan, sambung Lukman, harus disingkirkan.

"Keragaman bukan hanya turun dari atas langit. Masih banyak saudara kita yang memahami keragaman itu justru harus diseragamkan. Karena ketidakarifan kita, langsung maupun tidak langsung menimbulkan konflik di sana-sini," tutur Lukman.

Terkait program kerukunan antar umat beragama, Kemenag memberikan penghargaan kepada pemimpin daerah, media dan jurnalis yang turut menjaga kerukunan. Progam yang diadakan ini adalah untuk membangun tatanan kehidupan beragama yang lebih baik, sehat, dan dinamis.

"Semua lomba atau karya yang dihasilkan untuk meningkatkan pemeliharaan kerukunan umat beragama. Gunakan agama sebagai alat agar kita menjaga perilaku kita terhadap orang lain," kata Lukman. (fdn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads