Lebih dari 3 Orang Diperiksa Polisi Terkait Terompet Sampul Alquran

Lebih dari 3 Orang Diperiksa Polisi Terkait Terompet Sampul Alquran

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 29 Des 2015 13:37 WIB
Lebih dari 3 Orang Diperiksa Polisi Terkait Terompet Sampul Alquran
Foto: Robby Bernardi/detikcom
Semarang - Peredaran terompet berbahan sampul Alquran masih terus didalami pihak Polda Jawa Tengah. Lebih dari dua orang dimintai keterangan dan beberapa barang bukti termasuk terompet serta 2,3 ton limbah percetakan berupa sampul Alquran disita.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Liliek Darmanto mengatakan kepolisian bertindak cepat mengamankan terompet yang sudah beredar di beberapa wilayah dan juga bahan baku dari produsen terompet di Wonogiri.

"Polda Jateng melakukan tindakan cepat, menarik semua yang di lapangan. Polda mengamankan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Liliek saat ditemui detikcom, Selasa (29/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setidaknya lebih dari tiga orang diperiksa kepolisian. Meski Liliek tidak menjabarkan siapa saja yang diperiksa, diduga kuat mereka adalah penjual limbah kertas di Solo, produsen terompet, dan minimarket yang menjual terompet.

"Kami mendalami yang menjual dan membuat. Sudah tidak ada masalah karena sudah ditarik semua. Mereka sudah minta maaf juga kepada masyarakat. Yang diperiksa lebih dari 2 - 3 orang di masing-masing Polres," pungkas Liliek.

"Diperiksa, ya, bukan ditangkap," tegasnya.

Dari informasi yang diperoleh detikcom, 2,3 ton limbah percetakan berupa sampul Alquran disita dari warga di Bulukerto, Wonogiri. Kertas tersebut didapat dari warga Solo.

"Kertas asalnya dari Solo, dari Gendon. Dijual di Wonogiri," tutup Liliek.

Terompet berbahan sampul Alquran diketahui dijual di Alfamart oleh seorang tokoh agama Kendal, Jawa Tengah, Minggu (27/12). Polisi turun tangan. Ternyata terompet serupa juga ada di Kota Pekalongan. (alg/try)


Berita Terkait