Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Liliek Darmanto mengatakan kepolisian bertindak cepat mengamankan terompet yang sudah beredar di beberapa wilayah dan juga bahan baku dari produsen terompet di Wonogiri.
"Polda Jateng melakukan tindakan cepat, menarik semua yang di lapangan. Polda mengamankan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Liliek saat ditemui detikcom, Selasa (29/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mendalami yang menjual dan membuat. Sudah tidak ada masalah karena sudah ditarik semua. Mereka sudah minta maaf juga kepada masyarakat. Yang diperiksa lebih dari 2 - 3 orang di masing-masing Polres," pungkas Liliek.
"Diperiksa, ya, bukan ditangkap," tegasnya.
Dari informasi yang diperoleh detikcom, 2,3 ton limbah percetakan berupa sampul Alquran disita dari warga di Bulukerto, Wonogiri. Kertas tersebut didapat dari warga Solo.
"Kertas asalnya dari Solo, dari Gendon. Dijual di Wonogiri," tutup Liliek.
Terompet berbahan sampul Alquran diketahui dijual di Alfamart oleh seorang tokoh agama Kendal, Jawa Tengah, Minggu (27/12). Polisi turun tangan. Ternyata terompet serupa juga ada di Kota Pekalongan. (alg/try)











































