Budayawan Akhudiat dan Bupati Dedi Mulyadi Dapat Penghargaan FTI 2015

Budayawan Akhudiat dan Bupati Dedi Mulyadi Dapat Penghargaan FTI 2015

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Senin, 28 Des 2015 23:11 WIB
Budayawan Akhudiat dan Bupati Dedi Mulyadi Dapat Penghargaan FTI 2015
Foto: dok.Pemkab Purwakarta
Jakarta - Malam Penganugerahan Federasi Teater Indonesia (FTI) kembali digelar. FTI tahun ini memasuki usia ke-10 tahun.

Acara ini digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Ada dua tokoh yang menerima penghargaan ini, pertama adalah pejuang religius teater Indonesia yaitu Akhudiat dan kedua adalah budayawan yang pemimpin yaitu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

"Malam ini sangat spesial sekali karena kami akan memberikan kepada dua tokoh yang fenomenal. Acara ini sekarang mirip acara yang dihadiri presiden. Ada panser dimana-mana. Jadi kita mesti berbangga dengan pengamanan yang luar biasa," kata Penanggung Jawab FTI X Radhar Panca Dahana di TIM, Senin (28/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang pertama kami akan berikan penghargaan Tokoh FTI 2015 kepada pejuang religius teater Indonesia Bapak Akhudiat. Kemudian yang kedua kami akan berikan kepada budayawan yang pemimpin Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai Maecenas FTI 2015," lanjutnya.

Namun, Radhar menambahkan, kedua tokoh tersebut tidak bisa menerima penghargaan secara langsung. Akhudiat menurut Radhar tidak bisa menerima penghargaan secara langsung karena masalah kesehatan yang menurun, sedangkan Dedi Mulyadi tidak bisa menerima penghargaan secara langsung karena masalah keamanan.

"Sebenarnya Pak Dedi Mulyadi sudah berada di ruangan di TIM ini. Namun sekonyong-konyong TNI dan Polri masuk ke dalam ruangan Pak Dedi Mulyadi. Kemudian mereka bertiga ngobrol gak tahu ngobrolin apa. Tapi tiba-tiba setelah itu Pak Dedi Mulyadi menghilang. Saya dengan Mas Sys NS sempat mencari namun ternyata tak ketemu," ucap Radhar.

Seremonial penghargaan FTI 2015


Radhar pun kemudian memberikan penjelasan bahwa panitia acara sebenarnya telah menyiapkan pengamanan yang cukup ketat. Namun apa daya, ternyata pihak Polda Metro Jaya tetap tidak mengizinkan Dedi Mulyadi untuk hadir di acara FTI X ini.

"Katanya pihak Polri berkata kalau Pak Dedi sudah diamankan di tempat yang aman. Ya baiklah kalau gitu. Saya sempat telepon ke Pak Dedi, beliau bilang sebentar lagi tiba. Lalu saya bilang kalau dua menit bapak gak sampai lokasi, kita akan berimajiner untuk memberikan penghargaannya," tuturnya.

Rencananya bila hadir, penghargaan untuk Dedi Mulyadi akan diserahkan oleh beberapa seniman terkenal Indonesia, antara lain yaitu Sys NS dan Slamet Rahardjo. Namun karena Dedi Mulyadi tak hadir maka kedua seniman tersebut melakukan imajinasi yang seolah-olah memberikan langsung kepada sang penerima penghargaan.

Sebelumnya, Forum Umat Muslim Jakarta mengecek setiap kendaraan yang masuk ke Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Mereka memeriksa apakah di dalam mobil ada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi atau tidak.

Massa yang berjumlah seratusan orang dengan memakai pakaian putih-putih ini memang mendemo Dedi dan menolak kehadirannya di acara anugerah budaya.

"Kita kerahkan 200 kompi dari Polres dan Polsek supaya terhindar dari situasi yang tidak diinginkan. Sejauh ini mereka hanya minta Pak Dedi tidak hadir, dan saya sudah cek di dalam," jelas Kapolres Jakpus Kombes Hendro Pandowo di lokasi.

(yds/rvk)


Berita Terkait