"Jadi mungkin sudah melakukan setelah pengetesan, makanya sedang didalami apakah baru digunakan atau sudah biasa," ujar pria yang akrab disapa Buwas usai konferensi pers capain hasil BNN sepanjang tahun 2015 di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2015).
Pemeriksaan intensif selama 3x24 jam itu dimaksud untuk mengetahui rekam jejak pilot. Hasil uji laboratorium rambut dan darah tidak dapat dibantah.
"Makanya itu perlu kita dalami, sehingga kalau pernah melakukan jauh sebelum ini dan berarti dia pernah menerbangkan pesawat dalam keadaan menggunakan itu (sabu). Ini sangat berbahaya berarti itu jadi bahan evaluasi maskapai yang ada," sambung Buwas.
Buwas pun tidak ingin mengandai-andai alasan pemakaian narkoba kepada pilot. Karena itu dia lebih mengedepankan hasil laboratorium sebagai kajian ilmiah.
"Kita tidak bisa duga-duga karena sedang melakukan penelusuran. Kita tidak mengetahui pasti," paparnya.
Tingginya beban pekerjaan sebagai profesi pilot tidak menutup kemungkinan menimbulkan stress. Buwas pun menjelaskan proses pemeriksaan juga dilakukan tes kejiwaan.
"Nanti kita lihat dari hasil pemeriksaan karena pemeriksaan ada juga pemeriksaan psikologi kesehatan jiwa juga dilakukan banyak hal (pemicu), bisa saja pemahaman salah, kalau soal lingkungan pingin dianggap modern dalam pergaulan, bisa juga depresi," pungkasnya.
(ed/dra)











































