Bahas Masalah TKI Ilegal, Gus Dur Temui Wakil PM Malaysia

Bahas Masalah TKI Ilegal, Gus Dur Temui Wakil PM Malaysia

- detikNews
Jumat, 04 Mar 2005 22:06 WIB
Jakarta - Mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan akan mencari jalan penyelesaian bagi masalah TKI ilegal di Malaysia. untuk itu, Gus Dur rencananya akan berkunjung ke Negeri Jiran itu hari Sabtu (5/3/2005) besok untuk bertemu dengan Wakil PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak.Berdasarkan siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (4/3/2005) malam, Gus Dur direncanakan berangkat ke Malaysia pukul 10.00 WIB melalui Bandara Halim Perdana Kusuma. Gus Dur akan ditemani putrinya Yenny Wahid."Ini persolan lama, Insya Allah, Sabtu besok saya akan sampaikan hal ini kepada beliau," kata Gus Dur di depan 81 TKI ilegal asal Malaysia di kediamannya di Ciganjur, Kamis (3/2/2005) malam.Saat menerima TKI ilegal, mantan Ketua Umum PBNU ini mengatakan ingin membantu proses penyelesaian kasus TKI ilegal di Malaysia sampai tuntas. "Tapi saya baru akan mengambil keputusan setelah ada fakta-fakta yang jelas," kata Gus Dur dalam pertemuan selama satu jam itu.Gus Dur Tampung TKI IlegalPada pertemuan itu, para TKI juga menyampaikan harapannya pada Gus Dur. "Gimana caranya supaya kami bisa cepat kembali ke sana dan bekerja lagi. Kami juga akan meminta pertanggungjawaban gaji yang tak dibayarkan," kata Sudar, TKI asal NTB. Hanya saja persoalannya, katanya, untuk kembali ke sana mereka harus melalui jalur birokrasi yang rumit. "Kami harus menyelesaikan persoalan peresmian dokumen di Depnaker yang lumayan lama," lanjut Sudar lirih. Menanggapi hal itu, Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid menyatakan akan membantu semampunya. "Silahkan teman-teman untuk sementara tinggal di sini hingga pengurusan dokumen tersebut selesai," kata Yenny. Karena itulah, 81 orang TKI Ilegal dari Malaysia ditampung Gus Dur melalui lembaganya Wahid Institute. TKI yang terdiri dari 9 perempuan dan 72 laki-laki itu, untuk saat ini bermalam di asrama pesantren milik Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan. (fab/)


Berita Terkait