Pengambilan sumpah jabatan digelar di Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Senin (21/12/2015). Pimpinan lembaga tinggi negara termasuk para menteri Kabinet Kerja menghadiri prosesi ini.
(Baca juga: Siap Di-Samad-kan? Ketua KPK: Kita Harus Siap dengan Segala Risiko)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sumpah jabatan yang dilafalkan pimpinan KPK.
Demi Allah saya bersumpah/Demi Tuhan saya berjanji
Dengan bersungguh-sungguh, bahwa saya untuk melaksanakan tugas ini langsung atau tidak langsung, dengan menggunakan nama atau cara apapun juga tidak menjanjikan suatu apapun pada siapapun juga.
Saya bersumpah/Saya berjanji, bahwa saya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam tugas ini tidak sekali-kali akan menerima langsung atau tidak dari siapapun juga suatu janji atau pemberian.
Saya bersumpah/Saya berjanji, bahwa saya akan memgamalkan Pancasila sebagai dasar negara serta UUD 1945 serta peraturan perundangan yang berlaku bagi Negara Republik Indonesia.
Saya bersumpah/Saya berjanji, bahwa saya akan melaksanakan tugas ini dengan sungguh-sungguh berani, jujur, adil, tak membeda-bedakan jabatan, suku, agama, ras, gender dan melaksanakan tugas sebaik-baiknya serta bertanggung jawb sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta masyarakat, bangsa dan negara.
Saya bersumpah/Saya berjanji, bahwa saya senantiasa menolak atau tidak menerima atau tidak mau memberi oleh campur tangan siapa pun juga dan saya akan tetap teguh melaksanakan tugas dan kewajiban saya yang diamanatkan Tuhan kepada saya
Kiranya Tuhan membantu saya
Sejumlah pimpinan KPK sebelum dilantik pernah berbicara soal target kerjanya. Saut Situmorang memiliki visi 80 persen untuk pencegahan dan 20 persen untuk penindakan seperti misalnya operasi tangkap tangan (OTT). Walau porsinya sangat kecil, Saut berjanji KPK ke depan dalam sekali OTT, akan menangkap koruptor atau pemain skala besar.
(Baca juga: Jadi Pimpinan KPK, Saut Situmorang Janji Tangkap Koruptor 'Ikan Paus')
"(Penindakan) harus. Itu 20 persen. Kalau itu saya katakan 20 persen, tapi kalau 20 persen itu yang ditangkapnya ikan paus (koruptor besar)," ungkap Saut saat berbincang dengan detikcom di kawasan Salemba, Jakpus, Sabtu (19/12).
Sedangkan Basaria Panjaitan pernah meminta agar publik memberi kepercayaan terhadap pimpinan baru. Basaria janji menunjukkan kinerja optimal.
(Baca juga: Pimpinan KPK Terpilih Diragukan, Basaria: Jangan Berpikiran Negatif)
Alexander Marwata menyatakan siap menjawab keraguan publik terhadap kepemimpinan baru.
"Dari awal sudah saya tekankan, saya memprioritaskan pencegahan dari penindakan.
Karena pencegahan lebih baik karena itu tindak lanjut dari penindakan," ujar Alexander usai paripurna di Nusantara II, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/12)
(Baca juga: Alexander Marwata: Pencegahan Prioritas, Kasus Besar juga Harus Diungkap)
Presiden Jokowi pernah bicara soal harapannya terhadap pimpinan baru KPK. Jokowi meminta publik bersabar menunggu aksi mereka dari Gedung KPK di Jl Rasuna Said, Jaksel.
(Baca juga: Jokowi: Biarkan 5 Pimpinan KPK yang Baru Bekerja Dulu, Baru Sampaikan Kritik)
"Saya berkomitmen untuk terus memperkuat KPK, nanti saya kira yang paling penting sinergi antara KPK dan seluruh jajaran lembaga negara, jajaran pemerintah memang perlu diperkuat," ujar Jokowi di Istana Bogor, Jl Djuanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/12) (fdn/ndr)










































