"Saya diuntungkan media sosial dalam hal menerima informasi, kritik, sehingga saya bisa diselamatkan dari kultur asal bapak senang (abs)," ucap Bima dalam diskusi Menghadapi Radikalisme dan Memperjuangkan Kepentingan Nasional di Media Sosial, yang diselenggarakan di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor, Jl Padjadjaran, Bogor, Senin (21/12/2015).
Menurut Bima, dengan adanya media sosial maka dia bisa menilai kinerja laporan anak buahnya. Bahkan, Bima bisa mengetahui suatu masalah warga Bogor hanya dengan memantau media sosial di ponselnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Bima juga mengatakan, Medsos merupakan wadah paling bebas. Bima bercerita tentang dirinya yang dicurhati seorang anak SMA tentang pekerjaan rumahnya. Bima juga pernah dicurhati PKL terkait kurang maksimalnya sarana dan prasarana.
"Jadi saya banyak diuntungkan lewat ini. Oleh karena itu, pejabat daerah seperti Kang Emil di Bandung, Mas Ganjar di Jawa Tengah, pintar memanfaatkan sosial media. Kalau pejabat daerah enggak pintar bisa lewat dia," ucapnya. (rvk/dra)











































