"(Penindakan-pencegahan) harus simultan. Pencegahan bisa dilakukan secara masif dengan melibatkan kementerian/lembaga pusat, daerah. Penindakan penting, sebab yang main-main perlu dipukul," tegas Zulkarnain usai menghadiri pengambilan sumpah jabatan pimpinan baru KPK di Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Senin (21/12/2015).
(Baca juga: Sah! KPK Dipimpin 5 Pimpinan Baru)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Solid di dalam pelaksanaan tugas baik sesama pimpinan maupun seluruh pegawai. Kita kan sudah persiapkan roadmap renstra untuk periode berikut. Tentu ya fokus pada rencana kerja. Bagaimana untuk lebih menajamkan kegiatan-kegiatan upaya pencegahan pemberantasan ini dan bisa lebih masif. Tentu dengan melibatkan kementerian/lembata pusat daerahย secara sinergi," imbuhnya.
Pimpinan KPK juga diingatkan agar tak memutuskan kebijakan seorang diri. Pimpinan KPK bersifat kolektif kolegial sehingga kebijakan harus disepakati dan diputuskan secara bersama.
(Baca juga: Usai Ucapkan Sumpah Jabatan, 5 Pimpinan Baru KPK Langsung Dipanggil Jokowi)
"KPK adalah lembaga publik. Bagaimana pun pelaksanaan tugas di KPK tentu harus di dalam sistem yang sudah terintegrasi untuk keberhasilan lembaga dalam upaya mencegah dan memberantas korupsi. Jadi tidak bicara secara perorangan," sambungnya.
Yang pasti Zulkarnain yakin kelima pimpinan baru punya integritas dan kerja optimal tanpa mau diintervensi siapapun.
(Baca juga: Siap Di-Samadkan? Ketua KPK: Kita Harus Siap dengan Segala Risiko)
"Kita yakinlah. Artinya kan orang-orang termasuk orang-orang yang terpilih. Tentu artinya di samping keahlian mereka, integritas mereka, kearifan dia dalam melaksanakan tugas yang lebih strategis ke depan," tutur Zulkarnain. (fdn/ndr)











































