Mungkin Ikuti #Savegojek, Sopir Metromini Gelar #SaveMetromini di Blok M

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Sabtu, 19 Des 2015 14:41 WIB
Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
Jakarta -

Tak banyak Metromini yang lalu lalang di Terminal Blok M hari ini. Kebanyakan mereka melakukan mogok operasi karena memprotes penindakan Dishub DKI yang mengandangkan armada tak laik jalan.

Hingga pukul 14.10 WIB, Sabtu (19/12/2015), hanya ada Metromini 75 rute Pasar Minggu-Blok M yang terlihat melintas di terminal. Itu pun jumlahnya hanya hitungan jari. Sedangkan Metromini 69 Blok M-Ciledug dan Metromini 610 Blok M-Pondok Labu tak terlihat di terminal ini.

(Baca juga: Metromini Menghilang di Terminal Blok M, Penumpang Kebingungan)

Terminal Blok M Jaksel, Sabtu (19/12/2015). Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom



Pada sekitar pukul 12.00 WIB, ada sejumlah sopir yang memaksa sopir lainnya untuk ikut mogok. Mereka juga meminta penumpang turun di depan terminal.

"Kita di sini sweeping Metromini yang lain supaya enggak narik. Semalam kita sudah koordinasi semua sopir tapi masih ada yang curi-curi kesempatan buat narik. Kalau bersama ya bersama lah. Apa mereka merasa sudah lengkap dan baik busnya. Ya gak bisa gitu, harus satu tujuan?" tutur Yusman sopir Metromini 610 yang ikut aksi.

Dalam aksinya mereka juga membawa karton bertuliskan 'Kami sopir Metromini, kami kelaparan. Tolong Pak Gubernur, kami jiwa pekerja bukan jiwa kriminalitas'.

(Baca juga: 20 Sopir Metromini Menunggu di Terminal Blok M Ajak Sopir Lain Mogok)

Bukan cuma itu ada juga yang membawa kardus untuk meminta duit sumbangan. #SaveMetroMini, begitu yang coba disuarakan para sopir dan kenek ini melalui tulisan. "Gimana masa depan kami?" gugat mereka. Mungkin tagar #savemetromini ini mengikuti gerakan #savegojek yang banyak didukung publik ketika muncul larangan operasional.

Mencegah sweeping terhadap sopir Metromini berlanjut, sekitar 10 personel Polsek Kebayoran Baru melakukan pengawalan. "Mereka (sopir) ke sini untuk mengingatkan sesama rekannya supaya enggak narik. Sekarang saya suruh pulang karena kalau ada yang perlu disampaikan, ke kantor gubernur sana," kata Ipda Agus Prasetya.

(Baca juga: Petugas Gencar Razia Bus Reyot, Metromini Sepi di Terminal Blok M)

Terminal Blok M, Jaksel, Sabtu (19/12/2015). Foto: Ahmad Masaul Khoiri


Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI Andri Yansyah menyebut pihaknya sampai dengan saat ini sudah mengandangkan 189 bus Metromini.

Namun Direktur PT Metromini Nofrialdi menyebut sudah ada sekitar 200 Metromini yang dikandangkan karena tak laik jalan dan tidak lengkap surat kendaraannya. "Sekarang ini diperkirakan paling banyak 1.500 -1.600 armada Metromini yang beroperasi," katanya.

Andri memang menegaskan penertiban terhadap angkutan umum akan terus dilakukan. Keselamatan dan kenyamanan penumpang harus jadi prioritas dalam layanan transportasi publik. ""Kita tetap lakukan penertiban secara terus menerus," ujarnya.

Terminal Blok M, Jaksel, Sabtu (19/12/2015). Foto: Ahmad Masaul Khoiri
(fdn/dra)