"Tadi saya sampaikan kepada Pangkotama untuk menyiapkan prajurit dalam BKO (Bantuan Kerja Operasi) ke kepolisian," ujar Gatot dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (18/12/2015).
Selain membantu kerja kepolisian, dikatakan Gatot harus ada koordinasi dengan aparat intelejen. Dalam lingkup TNI jajaran intelejen tersebar mulai dari Korem hingga Kodam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot juga mengimbau kerja sama dengan organisasi kepemudaan agama di Indonesia. Nantinya dalam pengamanan tak hanya TNI dan Polri, tetapi mereka juga ikut membantu.
"Khususnya organisasi kepemudaan Islam untuk daerah lainnya dan Hindu di Bali pecalang dan sebagainya, mengajak mengamankan gereja selama proses ibadah adalah organisasi ini, dan dengan senang organisasi kepemudaan Islam ini mereka sudah siap. Inikan bagus sekali," paparnya.
Soal adanya isu ancaman dari beberapa pihak, termasuk ISIS, Gatot menjamin telah memetakan adanya isu ancaman tersebut. Sehingga, masyarakat yang akan merayakan Natal dan tahun baru tidak perlu khawatir.
"Jadi seperti disampaikan kemarin Bekasi, Depok, Jatim, tetapi kita tidak konsentrasi di situ, bisa saja itu informasi penyesatan, kita harus siap semua daerah. Jadi begini kita tidak bisa sampaikan jumlah sekian-sekian semua TNI seluruh wilayah mereka siap digerakan," tutur Gatot.
"Sudah kita tindak lanjuti. Intinya TNI bersiaga di semua tempat," pungkasnya.
(edo/Hbb)











































