Waspada Gelombang, 3 Kecelakaan Terjadi di Laut Jawa dalam Sepekan

Waspada Gelombang, 3 Kecelakaan Terjadi di Laut Jawa dalam Sepekan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 18 Des 2015 14:04 WIB
Waspada Gelombang, 3 Kecelakaan Terjadi di Laut Jawa dalam Sepekan
Ilustrasi (Foto: Dikhy Sasra)
Semarang - Kecelakaan laut perlu diwaspadai ketika musim penghujan datang karena setidaknya dalam sepekan ini sudah tiga peristiwa terjadi di wilayah Basarnas kantor SAR Semarang. Tiga orang hilang ditelan gelombang dan masih dicari.

Peristiwa pertama menimpa sekelompok pemancing di Pantai Tirang Semarang hari Rabu (16/12) malam lalu. Satu orang masih dilakukan pencarian hingga hari ini atas nama Zaenudin (18) Warga Srikaton Timur 1 RT 07 RW 05 Purwoyoso, Ngaliyan Kota Semarang. Pencarian terkendala curah hujan dan gelombang ombak yang tinggi.

Kejadian lainnya menimpa ayah dan anak yaitu Muntahar (50) dan Munthabiin warga Karang Aji RT 21 RW 03 Kecamatan Kedung, Jepara. Dua nelayan itu melaut sejak Rabu dan tersasar ke Perairan Semarang. Mereka berencana kembali ke Jepara, namun pagi tadi perahu kayu mereka terhempas di perairan Demak. Munthabiin selamat berkat jeriken yang mengapung, sedangkan ayahnya masih dicari tim SAR hingga saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Basarnas juga menerima informasi dua warga Dukuh Tawang Rejo RT 06 RW 02 Desa Clering, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. mengalami lakalaut di perairan Clering - Tayu hari Kamis (17/12) malam kemarin. Satu korban ditemukan selamat di Tayu atas nama Giyarto. Sementara satu korban atas nama Giyono sampai sekarang belum di temukan dan juga dalam pencarian.

"Dalam minggu ini berarti ada tiga laka laut, yang di pantai  Tirang sebelah pantai Maron, satu nelayan Jepara dan satu nelayan Clering Jepara," kata humas Basarnas Kanto SAR Semarang, Zulhawary Agustianto kepada detikcom, Jumat (18/12/2015).

Curah hujan memang semakin tinggi pada bulan Desember ini, gelombang laut pun juga tidak terprediksi sehingga pemancing dan wisatawan dihimbau tidak terlalu jauh ke laut atau tetap mengikuti peraturan yang ada.

"Ombak cukup besar, sebaiknya untuk yang berekreasi jangan mandi di laut dulu, karena ombak besar. Patuhi aturan-aturan  yang ada di pantai seperti area larangan berenang," pungkas Zul.

Untuk nelayan, lanjut Zul, sebaiknya perahu dilengkapi peratan keselamatan walau sederhana. Dan jika bisa tidak terlalu ke tengah laut karena gelombang tinggi.

"Dihimbau bila kapalnya bukan kapal yang besar  jangan jauh-jauh sampai ke tengah. Lengkapi juga peralatan keselamatannya. Meskipun sederhana seperti jeriken, atau gabus yang diikat jadi satu. Demi keselamatan harus ada," terang Zul

"Alam jangan dilawan, kalau angin sedang kencang dan ombak tinggi ya cukup di pinggir saja cari ikannya," imbuhnya.

Hingga Saat ini pencarian terhadap tiga warga yang hilang tersebut masih dilakukan. Tim SAR gabungan juga memperhatikan kondisi cuaca serta gelombang dalam pencarian tersebut.

Selain laka laut, gelombang tinggi juga membuat kapal yachts berbendera Malaysia meminta bantuan ke pelabuhan di Jepara saat mengalami mati mesin di perairan Jepara. Kapal bernama Akasha itu mogok saat akan berlayar dari Jepara ke Singapura. (alg/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini