"Tentu secara pribadi saya harapkan bisa lebih maju lagi di dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi," kata Badrodin saat berbincang dengan detikcom via telepon, Jumat (18/12/2015).
Badrodin mengatakan, Pimpinan KPK terpilih merupakan orang-orang baru. Hanya Basaria yang paling berpengalaman di bidang penyidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Harapan Kapolri Terhadap 5 Pimpinan Baru KPK
Basaria merupakan wanita pertama yang masuk dalam lima nama yang lolos dalam pimpinan lembaga antirasuah. Basaria meraup 51 suara dalam pemilihan itu.
Polwan dengan pangkat Inspektur Jenderal lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara 58 tahun lalu itu pernah mengemban tugas di sejumlah posisi di kepolisian. Dia juga pernah menjadi penyidik utama di Bareskrim Polri tahun 2008 lalu.
Sementara dalam bidang akademis, pendidikan terakhir Basaria yaitu Magister Hukum Ekonomi UI.
Soal visinya di KPK, Basaria pernah mengungkapkan ingin lembaga superbodi itu mengambil posisi supervisi. Basaria ingin KPK bertindak sebagai koordinator penegak hukum dalam upaya pemberantasan korupsi.
"KPK tidak boleh memonopoli tindak pidana korupsi. Sebagai trigger mechanism berikan saja penyelidikan pada polisi dan jaksa, tinggal bagaimana KPK mengkoordinir penyelidikannya," kata Basaria dalam wawancara seleksi capim KPK di Gedung Setneg, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015) lalu.
![]() |












































