Pesawat RI Gegerkan Eropa

Begini Hebatnya Pesawat Walraven 2 Bikinan Anak Bangsa yang Gegerkan Eropa

Wisnu Prasetyo - detikNews
Rabu, 16 Des 2015 10:27 WIB
Foto: Zaki Alfarabi/detikcom
Jakarta - Pesawat Walraven 2 milik konglomerat Khouw Khe Hien yang dibuat di Bandung tahun 1934 sempat mendarat di Eropa dan membuat geger orang-orang di sana. Salah satu pembuat pesawat itu adalah Achmad bin Talim seorang pemuda Bandung.

Achmad mampu membuat pesawat di masa negara Indonesia masih dalam kuasa penjajah. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang cakap, berkualitas dan tidak bisa diremehkan oleh bangsa lain.

Pesawat berbadan kayu ini merupakan pesawat "pribadi" pertama yang didesain khusus untuk kepentingan bisnis. Pemesannya adalah konglomerat Tionghoa Khouw Khe Hien yang meminta pesawat dua kursi dengan kecepatan tinggi. Khouw membutuhkan pesawat untuk mengunjungi perusahaan makanannya yang tersebar di Hindia Belanda.

Achmad menangani pengerjaan badan pesawat sedangkan dua temannya Kapten M.P. Pattist dan Walraven merancang desainnya.

Pesawat ini diterbangkan pertama kali oleh Letnan Satu Cornelis Terluin pada 4 Januari 1935. Dalam 20 hari pesawat ini mendapat sertifikat laik terbang dan didaftarkan dengan kode PK-KKH dan tercatat pemiliknya adalah Khouw Khe Hien / Tjililitan.

Achmad bin Talim dan dua temannya Kapten M.P. Pattist dan L.W. Walraven membuat pesawat di tahun 1034 di Bandung saat Indonesia belum merdeka. Pesawat ini menggunakan mesin Pobjoy Niagara 7 silinder dengan kekuatan masing-masing 90 tenaga kuda yang terpasang di kedua sayapnya. Pesawat ini dirancang untuk penerbangan jarak jauh berkisar 1.100 mil di udara.

Walraven 2 berbeda dari kebanyakan pesawat kala itu yang desainnya belum compact dan rendah nilai estetis. Selain bodi ramping, Walraven-2 bersayap tunggal dan rendah juga dilengkapi cowl (penutup) mesin dan roda dengan bentuk aerodinamis.

Pesawat Walraven ini menggunakan sistem Nivex, pesawat ini memiliki total beban sayap pesawat sebesar 56,5 kg per meter persegi, luas permukaan sayap sebssar 17,7 meter persegi. Pesawat ini diestimasikan memiliki kecepatan 235 km per jam dan bisa terbang sekitar 3.380 mdpl.

(slm/mad)