Pertanyaan itu disampaikan oleh anggota MKD Akbar Faisal dalam persidangan di ruang MKD gedung DPR, Jakarta, Senin (14/12/2015). Sidang itu dipimpin oleh politisi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
"Ya betul saya ketemu 4 tahun lalu (dengan Jim Bob di Amerika)," ucap Luhut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bisnis karena saya juga pengusaha, meminta saya jadi partner," jawab Luhut.
Dalam pertemuan dengan bos Freeport di Sandiego, Amerika Serikat itu, Luhut sempat menanyakan alasan mengapa dia yang diminta menjadi partner. Lalu dijawab karena Freeport sedang huru-hara di Indonesia.
"Kenapa kau memilih saya, karena ada huru-hara di Freeport. Ya sudah selesai. Tapi tidak jadi karena pemerintah tidak setuju," terang Luhut.
"Saat itu saudara sedang tidak jadi pejabat?" tanya Akbar lagi.
"Saya kira yang mulia juga tahu saya bukan pejabat negara," sindir Luhut.
"Apakah Jim Bob yang mengundang atau saudara yang meminta?" Cecar politisi NasDem itu.
"Untuk apa saya cari-cari itu yang mulia," jawab Luhut tegas.
Dalam persidangan itu, Luhut mengaku tak mengetahui soal rekaman pertemuan yang menjadi laporan Sudirman di MKD termasuk isinya. Luhut juga enggan berkomentar soal dugaan pelanggaran etik rekannya Novanto itu. (bal/dra)











































