"November akhir itu kejadian pertama. Korbannya mahasiswa dan sudah mendapat perawatan di rumah sakit, kena hepatitis A," ucap Direktur Kemahasiswaan IPB Sugeng Santoso kepada detikcom, Jumat (11/12/2015).
Sugeng mengatakan kasus ini pertama kali diketahui dari laporan organisasi kemahasiswaan di kampus. Organisasi itu mendata jumlah mahasiswa yang sakit. Hasil pendataan menunjukan ada beberapa mahasiswa yang sakit dengan jenis penyakit yang sama dan dalam waktu bersamaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasar data tersebut, IPB melakukan pendataan dan penyuluhan agar penyakit ini tidak meluas dan bertambah serius. Korban pertama juga sudah sembuh dan kembali ke rumah.
"November itu awalnya dari mahasiswa positif hepatitis A, dia sudah sehat dan sudah pulang ke rumah," katanya.
Menurut Sugeng, penyakit hepatitis A ini tidak terlalu berbahaya jika dibandingka dengan hepatitis B atau C. Korban bisa disembuhkan jika mendapat perawatan yang tepat dan hidup sehat.
"Hepatitis A ini kalau menurut dokter bukan susah untuk disembuhkan, yang penting pola makannya sehat dan cukup. Kami juga menghidari penyebaran itu melalui selebaran dan penyuluhan agar tak semakin meluas," ucap Sugeng.
IPB mengumumkan lewat akun facebooknya yang isinya imbauan kepada seluruh mahasiswa agar melakukan pemeriksaan kesehatan pada 12-13 Desember 2015 di Grha Widya Wisuda IPB. Sedangkan bagi mahasiswa yang merasakan gejala pusing, nyeri sendi, mual, muntah, sakit tenggorokan, untuk segera pergi ke rumah sakit. (slm/nrl)











































