Rakyat Sudah Marah, MKD Jangan Main-main Tangani Kasus Novanto

Rakyat Sudah Marah, MKD Jangan Main-main Tangani Kasus Novanto

Nur Khafifah - detikNews
Selasa, 08 Des 2015 14:16 WIB
Rakyat Sudah Marah, MKD Jangan Main-main Tangani Kasus Novanto
Sejumlah seniman pelukis melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/12/2015) Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Protes terhadap Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR disuarakan masyarakat melalui media sosial dan unjuk rasa. Rakyat kecewa, MKD memberi keistimewaan untuk Setya Novanto dengan menggelar pemeriksaan tertutup.

Pegiat antikorupsi Benny Susetyo menyebut kemarahan rakyat makin memicu ketidakpercayaan terhadap DPR.

Baca juga: Novanto yang Minta Sidang MKD Digelar Tertutup

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Parpol ini tidak memahami rakyat yang sedang marah. Mereka ramai-ramai di media sosial mengecam, memboikot MKD. Jangan anggap remeh kemarahan rakyat ini," kata rohaniwan sekaligus aktivis Romo Benny Susetyo dalam diskusi Koalisi Masyarakat Berantas Mafia Parlemen Menyikapi Perkembangan Sidang MKD di Dre's Kopitiam, Jl Agus Salim, Jakarta Pusat, Selasa (8/12/2015).

Hadir juga dalam acara ini peneliti Indonesian Institute for Development and Democracy (Inded) Arif Susanto, pengamat politik Jerry Sumampaow, pendiri Lingkar Madani Ray Rangkuti dan peneliti dari Formappi Sebastian Salang.

Benny melanjutkan, kemarahan rakyat ini dapat merugikan parpol. Apalagi besok merupakan Pilkada, sehingga bukan tidak mungkin rakyat akan menghukum parpol yang telah menyakiti nurani mereka dengan tidak memilih para calon kepala daerah yang diajukan.

"Rakyat akan menunjukkan kemarahannya, partai akan dihukum. Ini terbukti loh dalam pemilu lalu," ujar Benny.

Baca juga: Jika Putuskan Novanto Tak Bersalah, MKD Akan Dimusuhi Rakyat!

Benny mengatakan, ini saatnya membangun peradaban melalui revolusi mental. Parpol yang tidak mengedepankan nurani, akan dihukum oleh rakyat.

"Politik ketika tanpa etika dia seperti singa yang menerkam. Politik tanpa trust, tanpa harapan, maka akan kehilangan makna yang sesungguhnya," katanya.

"Kalau DPR main-main, maka DPR akan digulung peradaban karena mereka melukai nurani publik," imbuh Benny.

(kff/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini