"Jokowi dalam komunikasi politik begitu jelas, 'Saya tidak sudi nama saya dicatut'. Dengan kata lain, Jokowi memerintahkan polisi dan kejaksaan, usut ini," kata tokoh agama sekaligus pengamat politik Romo Benny Susetyo dalam konferensi pers 'Koalisi Masyarakat Berantas Mafia Parlemen' di Dres Kopitiam, Jl Agus Salim, Jakarta Pusat, Selasa (8/12/2015). Acara ini diikuti aktivis antara lain Sebastian Salang, Ray Rangkuti, dan Jerry Sumampow.
Baca juga: Jokowi Marah Besar Setelah Baca Transkrip Lengkap Pembicaraan Novanto
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka dengan mengatakan itu, dia (Jokowi) menampar wajahnya Setya Novanto, kamu seperti pencuri pulsa yang merugikan rakyat," ujarnya.
Baca juga: Jimly Sebut Kemarahan Jokowi juga Peringatan untuk MKD DPR
Selain itu, kemarahan Jokowi juga menyiratkan pesan agar MKD tidak main-main. MKD harus mengusut substansi kasus Novanto dan tidak mengingkari martabatnya. "Pencatutan papa minta saham 11% bukan hanya Jokowi tidak sudi, tapi juga melecehkan. Kemarahan Jokowi sudah sampai titik ubun-ubun," katanya. (aan/nrl)










































