Kemarahan Jokowi Beri Sinyal Instruksikan 'Papa Minta Saham' Diusut

Kemarahan Jokowi Beri Sinyal Instruksikan 'Papa Minta Saham' Diusut

Nur Khafifah - detikNews
Selasa, 08 Des 2015 13:25 WIB
Kemarahan Jokowi Beri Sinyal Instruksikan Papa Minta Saham Diusut
Foto: Biro Pers Kepresidenan
Jakarta - Presiden Joko Widodo marah besar atas pencatutan namanya dalam kasus dugaan 'Papa Minta Saham' oleh Ketua DPR Setya Novanto. Dari kacamata komunikasi politik, kemarahan Jokowi menginstruksikan kasus itu diusut tuntas.

"Jokowi dalam komunikasi politik begitu jelas, 'Saya tidak sudi nama saya dicatut'. Dengan kata lain, Jokowi memerintahkan polisi dan kejaksaan, usut ini," kata tokoh agama sekaligus pengamat politik Romo Benny Susetyo dalam konferensi pers 'Koalisi Masyarakat Berantas Mafia Parlemen' di Dres Kopitiam, Jl Agus Salim, Jakarta Pusat, Selasa (8/12/2015). Acara ini diikuti aktivis antara lain Sebastian Salang, Ray Rangkuti, dan Jerry Sumampow.

Baca juga: Jokowi Marah Besar Setelah Baca Transkrip Lengkap Pembicaraan Novanto

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Benny, Jokowi tidak sekadar marah. Pesan yang diberikan Jokowi sangat jelas. Pertama, Jokowi menyebut kasus skandal Freeport ini dengan sebutan 'Papa Minta Saham'.

"Maka dengan mengatakan itu, dia (Jokowi) menampar wajahnya Setya Novanto, kamu seperti pencuri pulsa yang merugikan rakyat," ujarnya.


Baca juga: Jimly Sebut Kemarahan Jokowi juga Peringatan untuk MKD DPR

Selain itu, kemarahan Jokowi juga menyiratkan pesan agar MKD tidak main-main. MKD harus mengusut substansi kasus Novanto dan tidak mengingkari martabatnya. "Pencatutan papa minta saham 11% bukan hanya Jokowi tidak sudi, tapi juga melecehkan. Kemarahan Jokowi sudah sampai titik ubun-ubun," katanya. (aan/nrl)


Berita Terkait