Kapan Metromini Benar-benar Disikat Ahok? Kadishub: Nggak Bisa Bim Salabim

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 07 Des 2015 06:21 WIB
Metromini dan Kopaja yang antre di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2015). Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah berulang kali bicara soal 'sikat-menyikat' Metromini. Tapi hingga saat ini Metromini tak laik jalan dengan sopir ugal-ugalan masih dengan mudah dijumpai warga Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, menghapus Metromini tak bisa dilakukan secara langsung. Dishub tengah berupaya memperbaiki kondisi Metromini dengan terintegrasi bus TransJakarta.

Baca juga: Ahok ke Pemilik Metromini: Kalau Tolak Terintegrasi TransJ, Mati Kamu!

"Yang dihapus itu ada mekanismenya, yang paling penting bagaimana kita mempersiapkan Rp/km. Kalau seumpama itu sudah siap, mungkin (Metromini) itu bisa kita hapus semuanya. Tapi kalau kita belum siap, belum bisa menghapus karena kaitannya memang terus terang saja Metromini juga sendiri masih dibutuhkan masyarakat," ujar Andri Yansyah saat dihubungi detikcom Senin (7/12/2015).

Andri Yansyah menyebut sudah ada 1.600 izin trayek atau sekitar 60 persen dari total 3 ribu izin trayek yang sudah dicabut.

"Jadi sekarang yang lama-lama akan kita sikat, akan kita tertibkan dan kita tidak akan nambah lagi," tegasnya.

Baca juga: Dirut Metromini: Kami Sudah Siapkan Armada Baru, Pemprov Tak Juga Beri Kontrak

Dia yakin bila sistem setoran dihapus dan diganti dengan sistem Rp/kilometer dengan terintegrasi bus TransJakarta, maka Metromini yang dimiliki perseorangan akan hilang dengan sendirinya.

"Rp/km kan nggak bisa bim salabim abrakadabra. Sekarang kita dalam tahap rupiah per kilometer, kan harus menyiapkan itu semua. Kalau seumpama (armada) belum siap dia akan gugur sendiri, akan keluar sendiri," jelasnya.

Bila sistem Rp/km ini berjalan, sopir bus tidak lagi mengejar setoran namun dibayar sesuai Rp/km dan mendapat subsidi dari pemerintah. Tentunya dengan sistem ini, sopir harus memenuhi standar pelayanan. Aturannya juga akan diperketat.

"Kendaraannya harus baru, mempunyai AC, punya GPS, punya CCTV. Sehingga kita dan masyarakat bisa kontrol karena kita sudah mengeluarkan biaya yang begitu banyak untuk operator," paparnya.

Sayangnya Kadishub DKI tidak merinci kapan pelaksanaan Rp/km ini akan dijalankan untuk Metromini. Ia hanya menjanjikan akan segera bertemu dengan Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk membahas penerapan sistem ini.

(Baca juga: Dishub DKI: Launching Pengintegrasian TransJ dan Kopaja AC Desember Ini)

"Insya Allah minggu ini atau minggu depan saya akan bertemu dengan ketua LKPP supaya nilai Rp/km bisa tayang dan kita bisa langsung eksekusi. Busnya masuk, yang lama kita sikat-sikat kan begitu teorinya. Kalau kita belum siap busnya saja repot," tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang dibuat geram dengan ulah para pemilik Metromini. Ahok menyebut pemilik Metromini menolak diikutsertakan dengan program terintegrasi bus Transjakarta.

"Metromini saya sudah katakan dimiliki perorangan. Kita sudah tawarkan ke mereka yang dimiliki perorangan silakan kita akan bayar rupiah per/km. Kalau kamu sekarang mau beli kredit bus baru nggak mungkin bank mau pinjemin. Jadi kalau Anda mau ikutin kami Rp/km kamu otomatis bisa kredit bank dan sopir kamu semua mesti training," kata Ahok usai menghadiri peluncuran buku biografi Sutiyoso di Djakarta Theatre, Jl M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (6/12) malam.

Baca juga: Organda: Pemilik Metromini Nggak Peduli Keselamatan Penumpang

Tapi sayang program untuk meningkatkan kualitas pelayanan termasuk armadanya, tak direspons positif pemilik Metromini. Ahok menyebut para pemilik Metromini bakal gigit jari karena program terintegrasi bus TransJakarta akan dilanjutkan dengan cara membeli unit Metromini sendiri.

"Sebagian (pemilik Metromini) kan nggak mau kan? ngotot gak mau kan? Kalau TransJakarta beli bus sendiri, kamu mati sendiri ini. Kita akan sikat habis-habisan ini!" tegas Ahok. (fdn/fdn)