Indria Samego: Aksi BBM Tidak akan Jatuhkan SBY
Jumat, 04 Mar 2005 08:21 WIB
Jakarta - Kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal terancam jika aksi penolakan kenaikan harga BBM terus menguat. Namun hal itu tidak akan terjadi karena diyakini aksi penolakan harga BBM dipastikan tidak akan berlangsung lama."Jika para penentang kelelahan dan kehabisan amunisi SBY pasti akan merasa menang. Namun sebaliknya jika gelombang penentang makin kuat serta resistensi terhadap SBY makin besar, maka SBY pasti akan merivisi kebijakannya. Tapi untuk SBY jatuh akan sulit," kata Pengamat Politik Indria Samego saat dihubungi detikcom melalui telepon di Jakarta, Jumat (4/3/2005).Menurut Indria, gelombang tekanan kepada SBY bisa saja terus dilakukan tapi tentunya hal itu akan membutuhkan energi serta amunisi yang banyak. "Tapi sejauh mana aksi itu terus berlanjut. Untuk menggerakan massa kan membutuhkan dana, jadi masih tetap akan sulit, karena penolakannya pun kurang kuat," kata Indria.Indria menilai, kompensasi kenaikan harga BBM yang ditawarkan pemerintah kepada rakyat miskin sebenarnya tidak akan berpengaruh langsung. Bahkan akibat negatifnya akan terasa langsung. "Nelayan tidak bisa menikmati langsung, beda dengan sopir bajaj yang mungkin akan langsung menaikkan harganya," kata Indria. Jika ini tidak dieleminir maka gelombang aksi akan terus meluas.Ketika ditanya mengenai tekanan DPR kepada pemerintah lewat hak angket, Indria melihat hak angket itu tidak akan berpengaruh besar. "DPR kan sudah dipegang oleh faksinya Jusuf Kalla. Dan faksi Jusuf Kalla ini sangat kuat karena dia ketua umum Partai Golkar. Ini lah keuntungan dari SBY," katanya.
(mar/)











































