Sejumlah media asing memberi judul berita terkait kasus ini dengan kata extortion atau pemerasan. Misalnya New York Times yang menjuduli beritanya dengan "Ethics Inquiry Testimony Links Indonesia's Parliament Speaker to Extortion". Dalam artikel edisi Kamis 3 Desember 2015 tertulis Setya Novanto meminta 20% saham kepada PT Freeport Indonesia dengan balasan akan membantu perpanjangan kontrak karya PT Freeport.
Baca juga: Ini Transkrip Lengkap Rekaman Setya Novanto
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara media kantor berita AFP mengangkat kasus ini dengan judul tulisan "Indonesia Freeport chief speaks out about extortion scandal" yang diterbitkan, Jumat (4/12). Tulisan ini membahas kesaksian Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin saat memberikan keterangan dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) tadi malam. Berita tersebut kemudian dimuat dengan judul yang sama oleh media-media pelanggan AFP mulai Channel News Asia (Singapura) hingga Daily Mail (Inggris).
ย (Baca juga: Kesaksian Maroef yang Makin Buka Peran Novanto di Kasus 'Papa Minta Saham)
Media Singapura The Straits Times mengutip kantor berita Reuters menulis artikel berjudul "Freeport Indonesia CEO says he taped meeting with house speaker" pada Kamis (3/12) kemarin. Tulisan ini juga membahas sidang MKD yang menghadirkan saksi Maroef Sjamsuddin tadi malam.
The Malaysia Insider juga menulisย "Indonesian miner records extortion attempt from parliament speaker". Di dalamnya tertulis Setya Novanto diminta mundur setelah rekamannya meminta saham kepada PT Freeport Indonesia dilaporkan ke MKD. Apalagi dalam rekaman itu disebut nama Presiden Jokowi, Wapres JK dan tokoh negara lainnya.
(Baca juga: Langgar Kode Etik, Setya Novanto Terancam Sanksi Berat)
(slm/nrl)











































